Rintis Agrowisata Buah Jeruk, Bupati Wihaji Optimis Pacu Visit Batang 2022

Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika

Rintis Agrowisata Buah Jeruk, Bupati Wihaji Optimis Pacu Visit Batang 2022
TRIBUN JATENG/DINA INDRIANI
Bupati Batang Wihaji bersama tim Balitjestro meninjau perkebunan jeruk di Desa Pesaren, Kecamatan Warungasem, Batang, Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) saat ini tengah mengupayakan untuk menghidupkan kembali tanaman jeruk di Kabupaten Batang.

Dengan lahan seluas 70,43 hektare yang tersebar di 14 Kecamatan, sebagian wikayah tersebut akan dijadikan Agrowisata buah jeruk yang nantinya untuk mendukung tahun kunjungan wisata 2022 (Visit Batang 2022).

"Di tahun 2018, petani telah mendapat bantuan bibit secara gratis oleh Balitjestro sebanyak 35 ribu bibit.

Sekarang jeruk yang telah ditanam usianya 14 bulan yang hasilnya di luar ekspektasi saya," tutur Bupati Wihaji saat meninjau kebun Jeruk di Desa Pesaren Kecamatan Warungasem, Jumat (12/7/2019).

Menurutnya kebon jeruk yang telah dirintis sangat potensi sekali sebagai salah satu contoh sukses.

Sehingga jika benar - benar sukses masyarakat Batang akan mengikuti menanam jeruk.

"Oleh karena itu, sebelum memasuki panen raya di tahun 2020 di bulan Juli- Agustus kita harus merencanakan Kebun Jeruk Desa Pesaren bisa di jadikan agrowisata tanaman buah," jelasnya.

Tak hanua berimbah pada wisata, hal itu juga secara otomatis menciptakan agrowista sebagai bagian program menciptakan 1.000 wirausaha baru.

Dikatakannya, Pemkab akan terus melakukan pendampingan selain dalam merawat tanaman jeruk, tetapi juga merubah kebun jeruk menjadi obyek wista dengan melengkapai kulinernya hingga tempat parkirnya.

Peneliti dari Balitjestro, Susi Wuryantini yang mendampingi petani jeruk di Batang menjelaskan sesuai dengan rencana 2020 di bulan Juli - Agustus merupakan musim panen raya.

"Untuk panen perdana rata - rata pertaman menghasilkan 5 kg buah jeruk dengan 500 tanaman, maka panen raya mencapai 2,5 ton.

Itu hasil pertama belum maksimal karena memang panen pertama tidak boleh banyak berbuah dulu, untuk melatih kedepanya agar bisa lebih banyak lagi berbuahnya," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved