Siswa di 155 Sekolah Dasar Kota Pekalongan akan Diimunisasi di Bulan September

Pada bulan September, siswa di 155 Sekolah Dasar di Kota Pekalongan akan mendapatkan imunisasi

Siswa di 155 Sekolah Dasar Kota Pekalongan akan Diimunisasi di Bulan September
Istimewa
Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto (kiri) saat melaksanakan rapat koordinasi BIAS yang dilaksanakan di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Jumat (12/7/19). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pada bulan September, siswa di 155 Sekolah Dasar di Kota Pekalongan akan mendapatkan imunisasi.

155 sekolah tersebut terbagi dari 73 SD negeri, 80 SD swasta, dan 2 SDLB.

Kepala Dinkes Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto mengatakan bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2019 di Kota Pekalongan akan digelar bulan September hingga November 2019 mendatang dan sasarannya siswa SD yang ada di seluruh Kota Pekalongan.

"Imunisasi campak menyasar murid kelas 1 SD/MI/sederajat dan akan digelar bulan September 2019, kemudian imunisasi Dt menyasar murid kelas 1 SD/MI yang akan dilaksanakan bulan November, dan imunisasi Td menyasar kelas 2 dan 5 SD/MI/sederajat yang akan digelar November," kata Slamet usai melaksanakan rapat koordinasi BIAS yang dilaksanakan di Ruang Kalijaga Setda Kota Pekalongan, Jumat (12/7/19).

Menurutnya Imunisasi sangat penting karena sebagai tindakan pencegahan penyakit menular, serta pertahanan dan perlindungan terbaik terhadap infeksi dari berbagai penyakit serius.

"Tujuannya imunisasi yakni mencegah dan menurunkan kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dengan menggunakan vaksin seperti tuberculosis, difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, hepatitis B, pneumonia, dan sebagainya," ujarnya.

Slamet meminta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi masyarakat (ormas), tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan puskesmas untuk andil dalam menyukseskan BIAS 2019 ini.

"Target nasional untuk BIAS yakni 98% dan Kota Pekalongan meraih 97,7%. Akan tetapi yang kami harapkan adalah partisipasi dan kesadaran untuk imunisasi. Tentu ini tak lepas dari peran orang tua untuk mendukung dan mendorong anak untuk imunisasi," ujarnya.

Slamet menambahkan pihaknya mendiseminasikan informasi pelaksanaan BIAS kepada lintas sektor, sekolah, SD/MI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat agar masyarakat semakin menyadari pentingnya imunisasi.

"Harapannya jumlah yang tidak mau diimunisasi semakin menurun. Kemudian, upaya-upaya yang di lakukan ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan imunisasi," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved