Jeni Sebut Masih Banyak Anak Kurang Mampu Belum Terkover 'Yuh Sekolah Maning', Karena Hal Ini

Warga tak mampu di Kabupaten Tegal yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) ternyata belum terkover program 'Yuh Sekolah Maning'.

Jeni Sebut Masih Banyak Anak Kurang Mampu Belum Terkover 'Yuh Sekolah Maning', Karena Hal Ini
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Calon peserta didik mengikuti proses PPDB Online Tingkat SMP di Kabupaten Tegal, belum lama ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Warga tak mampu di Kabupaten Tegal yang tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) ternyata belum terkover program 'Yuh Sekolah Maning' milik Bupati Tegal.

Program yang dikelola Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) itu hanya mengutamakan warga miskin yang memiliki KIP.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal, M Khuzaeni mengaku kerap mendapat aduan dari masyarakat ihwal pendidikan di jenjang SD dan SMP.

Mayoritas, kata dia, mereka mengeluh dengan adanya iuran sekolah.

Padahal, mereka merupakan warga tidak mampu yang tidak memiliki KIP.

Terpaksa, mereka memilih tidak melanjutkan sekolah karena terbebani biaya.

"Sementara program Yuh Sekolah Maning, tidak bisa membantu. Karena persyaratan program itu, khusus untuk warga yang memiliki KIP. Kalau tidak punya, ya tidak bisa. Kami dengar begitu," kata Jeni, panggilannya kepada Tribunjateng.com, Minggu (14/7/2019).

Dia sangat menyayangkan adanya pungutan dari sekolah kepada orangtua siswa.

Meski pungutan itu diketahui oleh komite sekolah, tapi sebenarnya sangat membebani warga.

Sejatinya, warga enggan protes ke pihak sekolah karena malu.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved