Simposium RSND Semarang - Penanganan Epilepsi Butuh Peran Semua Pihak, Tak Cuma Dokter Neurologi

simposium ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan epilepsi secara mutakhir kepada dokter juga tenaga kesehatan lainnya.

Simposium RSND Semarang - Penanganan Epilepsi Butuh Peran Semua Pihak, Tak Cuma Dokter Neurologi
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Simposium terkait penanganan epilepsi di Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), Semarang, Minggu (14/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Epilepsi ialah suatu gangguan sistem sentral persarafan.

Mereka yang mengidap epilepsi, aktivitas kerja otak terganggu, menjadi abnormal.

Hal tersebut diungkapkan Mohd Farooq Shaikh, dari Monash University Malaysia saat menjadi pembicara di simposium bertajuk 'Toward to the Next Generation of Epileptologist' di Laboratorium Sentral Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND) Semarang, Minggu (14/7/2019).

"Terkadang pengidap epilepsi kehilangan kesadaran, mengalami perilaku abnormal hingga kejang-kejang," ujarnya.

Menurutnya penanganan terhadap epilepsi pun tak bisa serta merta dapat dilakukan oleh para dokter saja.

Tetapi harus ada kerja sama semua pihak terkait.

Adapun di simposium yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 13.00, Tribunjateng.com menjadi media partner event tersebut.

Ketua panitia, dr Yuriz Bakhtiar mengatakan, simposium ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan epilepsi secara mutakhir kepada dokter juga tenaga kesehatan lainnya.

"Kami ingin ada perhatian dari para dokter untuk berkonsultasi terkait tata laksana komprehensif kepada para pengidap epilepsi," papar dia.

Menurit dr Yuriz, epilepsi merupakan penyakit yang perlu dikendalikan.

Halaman
12
Penulis: akbar hari mukti
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved