Sumber Abadi Desa Manggungmangu Kendal, Air Tak Pernah Surut Meski Kemarau, Kadar TDS 50 Ppm
Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan terdapat sumber mata air yang tidak mengalami kekurangan jumlah produksi air, meski dipakai terus menerus.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kabupaten Kendal saat ini telah memasuki musim kemarau.
Biasanya warga di beberapa kecamatan di Kabupaten Kendal mulai kesulitan mendapatkan air bersih dikarenakan sumber mata airnya mengalami penurunan jumlah produksi air.
Namun di Desa Manggungmangu Kecamatan Plantungan terdapat sumber mata air yang tidak mengalami kekurangan jumlah produksi air, meski dipakai terus menerus oleh warga desa tersebut maupun sekitarnya.
Sumber air itu berada di tanah milik pribadi yang dikelola oleh satu keluarga besar dan diberi nama Sumber Abadi.
Salah satu anggota keluarga Sutopo mengatakan, sumber air itu muncul secara alami dan digunakan warga sejak dahulu.
Pihaknya pun juga tidak memberikan batasan bagi para warga untuk mengambil air di sumber tersebut.
"Jumlahnya ada tiga sumber mata air. Namun lokasinya saling berpisah dengan jarak sekitar 100 sampai 200 meter dari tiap sumbernya," katanya.
Ia mengatakan, sumber air itu tidak mengalami kekurangan air meskipun musim kemarau tiba.
Bahkan sumber air tersebut dapat bertahan.
"Sumber air itu ada yang disalurkan di ke desa-desa menggunakan pipa, ada juga yang disalurkan ke pertanian," katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Air Minum Kabupaten Kendal, Joko Manis mengatakan pihaknya telah melakukan pengukuran kadar Total Dissolve Solid (TDS) di sumber air itu.
Menurutnya sumber air itu memiliki nilai TDS yang rendah yakni sebesar 50 ppm.
"Angka TDSnya di kisaran 50, Hal itu cukup menjadi sumber bahan baku air untuk diproses menjadi air isi ulang," tuturnya.
Menurutnya, selama ini para pengusaha air isi ulang memperoleh bahan baku air untuk air isi ulang dari sumber air di Gunung Ungaran.
Saat diambil kadar TDS berkisar di angka 80-100 ppm.
Menurutnya semakin kecil kadar TDS, makin baik air tersebut dikonsumsi.
"Namun untuk lebih lanjutnya, kami meminta dinas kesehatan untuk mengecek kelayakan sumber air itu," pungkasnya. (Dhian Adi Putranto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sumber-abadi-desa-manggungmangu-kendal.jpg)