79 Peneliti Berpeluang Ikuti Konferensi Internasional Masyarakat Muslim di IAIN Salatiga

Program Pascasarjana IAIN Salatiga bakal kembali menggelar International Conference on Islam and Muslim Societies (Iconis) 2019

79 Peneliti Berpeluang Ikuti Konferensi Internasional Masyarakat Muslim di IAIN Salatiga
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Ketua Panitia Iconis Pascasarjana IAIN Salatiga 2019 Noor Malihah. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Program Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga bakal kembali menggelar International Conference on Islam and Muslim Societies (Iconis) 2019 dengan tema “Civil Islam Indonesia : Moderat, Konservatif, dan Populis” pada 7-8 Agustus mendatang.

Ketua Panitia Iconis Pascasarjana IAIN Salatiga 2019, Noor Malihah mengatakan, sejak dibuka pendaftaran pada Maret lalu hingga sekarang total peneliti yang hendak turut serta dengan mengirimkan karya ilmiah berjumlah 149 orang.

“Hanya saja setelah kami lakukan seleksi bersama pihak luar tersisa 79 naskah sesuai dengan tema yang diangkat. Pada awal pendaftaran masing-masing harus mengirimkan abstraksi. Sejauh ini peserta terbanyak berasal dari tiga negara yakni Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (15/7/2019).

Menurut Noor Malihah, dari sekira 79 naskah abstraksi karya peneliti yang dinyatakan lolos mengikuti konferensi internasional nanti para peneliti harus melengkapinya maksimal pada 18 Juli berbentuk naskah utuh.

Selanjutnya kata dia, akan kembali dilakukan perekapan serta setiap peserta diwajibkan menjelaskan karya masing-masing saat Iconis 2019 nanti.

Ia menambahkan, dalam proses seleksi menggunakan metode blind review dimana antara penyeleksi dengan identitas pengirim naskah disembunyikan tujuannya agar tidak terjadi kecurigaan ketidakjujuran penyelenggara.

“Lalu saat hari H pelaksanaan secara teknis peserta dibagi menjadi beberapa kelas, ada kelas kecil dan besar. Mereka nanti secara bergantian melakukan presentasi yang disaksikan langsung oleh tim penilai. Hasil akhirnya akan diambil sebanyak 12 naskah terbaik bakal dimuat pada jurnal Ijims IAIN,” katanya

Selebihnya lanjut dia, naskah yang telah terkumpul akan dipublikasikan pada beberapa jurnal ilmiah yang sudah berijin.

Ia berharap dengan jurnal Ijims IAIN Salatiga sekarang mendapat peringkat Q1 atau jurnal ilmiah terbaik di Indonesia kedepan partisipasi peneliti atau pengkaji dapat lebih meningkat.

Noor Malihah menjelaskan Iconis merupakan bagian dari Pascasarjanan IAIN Salatiga dengan tiga program studi S2 yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ekonomi Syariah.

Penerimaan naskah peneliti, pengamat atau pengkaji yang ingin mengikuti Iconis sendiri maksimal tulisan penuh dikirimkan 21 Juni 2019. (Laporan Wartawan Tribun Jateng/ M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved