Disperkim Kabupaten Demak Akan Benahi Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Tahun 2019

Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Demak anggarkan pendapatan daerah untuk benahi 692 rumah tak layak huni (RTLH) di tahun 2019.

Disperkim Kabupaten Demak Akan Benahi Ribuan Rumah Tak Layak Huni di Tahun 2019
TRIBUN JATENG/M ZAINAL ARIFIN
Ilustrasi Rumah Tak Layak Huni 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Demak anggarkan pendapatan daerah untuk benahi 692 rumah tak layak huni (RTLH) di tahun 2019.

Kepala Bidang Perumahan Disperkim Kabupaten Demak, Rudatin Suryandi mengatakan, penentuan rumah yang akan dibenahi merupakan wilayah yang terkena dampak stunting.

Adapun ia menyebut ada 10 desa yang dinyatakan dampak stunting di Kabupaten Demak.

"Kami memprioritaskan desa stunting dan kolaborasi pembangunan jamban. Yaitu diantaranya 
Desa Boyolali Kecamatan Gajah, Kedungori-Dempet, Guntur, Donorojo, Sambiroto, Sidomulyo-Wonoslaam, Bumirejo, dan lainnya," jelasnya, Senin (15/7/2019).

APBD yang dikeluarkan Disperkim, lanjutnya, Rp 10 juta untuk satu rumah. Adapun rumah yang perbaiki sekitar 3 kali 3 atau 9 meter persegi.

Adapun data rumah yang tak layak huni yang sudah melalui validasi Dinas Sosial Kabupaten Demak, ia menyebut sejumlah 71.000 rumah di tahun 2018.

Adapun dalam penanganan RTLH, ia menyebut selama tiga tahun terkahir, yaitu 2017-2019. Adapun sebelumnya ia menyebut ditangani oleh Bapermasdes.

"Selain itu kami juga bekerjasama dengan berbagai pihak, yang akan menyumbang dalam renovasi rumah," terangnya.

Diantaranya, BANKEU Jawa Tengah 729, Dana Alokasi Khusus (DAK) 140, CSR Bank Jateng 52, BSPS dari Kementerian PUPR 400, TMMD 14, CSR Baznas 14. Ia menyebut untuk keseluruhan berjumlah 2091 rumah.

Adapun setiap instansi tersebut memiliki nominal yang berbeda dalam menyumbang RTLH. Ada yang satu rumah berjumlah Rp 10 juta, Rp 15 juta, Rp 17.5 juta.

"Dalam pelaksanannya ada yang melalui pemotongan pajak selain APBD," terangnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved