Dukung Kawasan Tanpa Rokok, Ini yang Dilakukan Dinkes Kota Surakarta

Mendukung fokus Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam mengenyahkan asap rokok, Dinas Kesehatan Kota Surakarta

Dukung Kawasan Tanpa Rokok, Ini yang Dilakukan Dinkes Kota Surakarta
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah bersama Dinkes Kota Surakarta dan instansi terkait dalam acara sosialisasi Pergub Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Hotel Chanti Semarang, Kamis (11/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mendukung fokus Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam mengenyahkan asap rokok, Dinas Kesehatan Kota Surakarta mengaku sedang gencar melakukan sosialisasi terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Siti Wahyuningsih, bahkan Pemerintah Kota Solo kini tengah mempersiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) terkait KTR ini.

"Penerapan KTR di Solo melalui Peraturan Walikota (Perwali) ini sejak tahun 2010, lewat suatu perjalanan yang panjang dan sekarang sudah proses. Besok publik hearing saya targetkan bulan Juli ini sudah menjadi Perda," beber dr. Wahyu usai sosialisasi Pergub Kawasan Tanpa Rokok (KTR) oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di Hotel Chanti Semarang, baru-baru ini.

Sementara ini, lanjutnya, Pemkot sendiri sudah mulai mengimplementasikan kawasan bebas merokok di lingkup balaikota.

Juga di tempat-tempat umum, sudah disediakan tempat khusus merokok.

Seperti di mall, telah disediakan tempat ini.

"Untuk di Balaikota, itu kantor pemerintahan di Solo sudah diterapkan kawasan bebas rokok. Jadi tidak ada lagi ruang merokok yang dulu kita punya ada empat, di sana sudah dibongkar karena memang di (Balaikota) Solo mutlak tidak boleh merokok.

Sementara yang lain terbatas. Sekarang sudah ada aturan tidak harus berhubungan dengan udara langsung, tidak boleh di tempat yang strategis dan mudah dilihat orang," lanjutnya.

Sementara itu, untuk memfasilitasi para perokok yang ingin berhenti merokok, lanjutnya, Pemkot sudah mendirikan klinik berhenti merokok.

Hal itu lantaran menurutnya, pecandu rokok sulit menghentikan kebiasaan merokoknya sehingga perlu diberikan pertolongan.

"Klinik ini ada di 4 Puskesmas dan satu Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat (BPKPM), kemudian sosialisasi yang sifatnya pemerintahan yang penting justru pemberdayaan masyarakat. Banyak kampung di Solo sudah mendeklarasi sebagai kampung bebas asap rokok. Mereka kalau merokok ada tempat khusus di gubug-gubug sendiri," tukasnya. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved