Kisah Hapip, Penjual Keset Asal Pemalang Tak Mau Menyerah Hidupi Keluarga Meski Cacat Fisik

“Jadi lelaki harus bertanggung jawab dan bisa membantu orang tua,” kalimat tersebut dilontarkan Hapip (27) warga Banjaran Plakatan, Kecamatan Moga

Kisah Hapip, Penjual Keset Asal Pemalang Tak Mau Menyerah Hidupi Keluarga Meski Cacat Fisik
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Hapip saat menawarkan keset yang jual ke warga Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEMALANG - “Jadi lelaki harus bertanggung jawab dan bisa membantu orang tua,” kalimat tersebut dilontarkan Hapip (27) warga Banjaran Plakatan, Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang.

Walaupun memiliki keterbatasan fisik Hapip tak mau pasrah dengan keadaan, ia justru terus memompa semangatnya dengan berkililing menjual keset.

Menggunakan sepeda roda tiga, harapannya mencari rezeki tak pernah putus untuk mencukupi keluarga.

Hapip sendiri kini tinggal di sebuah rumah kos yang ada di Posongan, Purwoharjo Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang.

Tak hanya berkeliling ke daerah sekitar Comal, bahkan Hapip juga mengayuh sepedanya hingga ke daerah Kabupaten Pekalongan.

“Keset keset, keset murah bapak ibu,” kata Hapip saat berkeliling menjual dagangann yang ia patok dengan harga Rp 12 ribu.

Tak jarang, pria 27 tahun itu harus mendorong sepeda roda tiganya saat melintasi jalan tak rata.

Diterangkannya ia memiliki 5 adik dan 1 kakak, untuk itu Hapip terus berjuang, walaupun memilik fisik tak seperti pria kebanyakan.

“Saya menjual keset sudah 2 tahun, kadang sampai ke Wiradesa hingga Kedungwuni Kabupaten Pekalongan.

Saya memilih berdagang karena harus mencukupi kebutuhan orang tua dan 5 adik saya yang kini tinggal di Moga,” jelasnya, Senin (15/7/2019).

Halaman
12
Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved