Merasa Dirugikan Karena Banyaknya Odong-odong, Puluhan Supir Angkot Datangi Dinhub Pekalongan

Merasa dirugikan, 80 supir angkot di Kabupaten Pekalongan datangi kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Senin (15/7/2019).

Merasa Dirugikan Karena Banyaknya Odong-odong, Puluhan Supir Angkot Datangi Dinhub Pekalongan
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Puluhan sopir angkot Kabupaten Pekalongan berdiskusi dengan Dinhub Kabupaten Pekalongan dan Satlantas Polres Pekalongan mengenai tebalnya odong-odong, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Merasa dirugikan, 80 supir angkot di Kabupaten Pekalongan datangi kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan, Senin (15/7/2019).

Puluhan supir mendesak Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Pekalongan untuk menindak kendaraan odong-odong atau kereta kelinci yang melintas di jalur trayek angkutan dalam kota.

Ketua organda Kabupaten Pekalongan Slamet Sutrisno mengatakan dirinya datang bersama puluhan supir angkot untuk beraudiensi mengenai odong-odong yang semakin hari di Kabupaten Pekalongan semakin banyak.

Selain itu juga, puluhan supir dirugikan dengan keberadaan odong-odong yang beroperasi tanpa aturan.

"Padahal semua supir sudah memberikan kelonggaran kepada puluhan odong-odong untuk beroperasi, tapi tidak di jalur trayek angkutan umum," kata Slamet kepada Tribunjateng.com, Senin (15/7/2019).

Menurutnya hasil dari audiensi, Dinas Perhubungan dan Satlantas Polres Pekalongan meminta waktu untuk menggelar sosialisasi terhadap para odong-odong sebelum dilakukan penindakan.

"Odong-odong sekarang sudah keluar dari aturan, bahkan odong-odong mengantarkan penumpang hingga ke rumah sakit. Padahal jalur ke rumah sakit merupakan jalur trayek angkot sehingga supir-supir merasa dirugikan," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pekalongan Ahmad Muchlisin membenarkan puluhan supir angkot ini datang untuk berdiskusi mengenai maraknya odong-odong.

Para supir menganggap keberadaan odong-odong sangat merugikan bagi para supir.

"Dalam diskusi tersebut, supir angkot mengatakan bahwa odong-odong sudah keluar dari aturan yang ada dan dalam diskusi ini kita memberikan solusi kepada puluhan supir angkot," jelasnya

Menurut Muchlisin mereka berharap kepada kami diminta untuk menindak pemilik odong-odong yang masuk ke jalan raya.

"Yang mempunyai kewenangan untuk menindak dijalan raya adalah kepolisian," imbuhnya.

Terpisah Kanit Regident Satlantas Polres Pekalongan Iptu Giyarto menjelaskan pihaknya akan menindak kereta kelinci yang tidak melengkapi surat-surat kendaraannya.

"Sebelum dilakukan penindakan, kita akan menggelar rapat dan sosialisasi di forum lalulintas mengenai penindakan terhadap odong-odong," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved