Muhaimin, Pengrajin Ornamen Tempurung Kelapa Ini Ingin Pemerintah Ikut Pasarkan Karya Difabel

Keterbatasan fisik bukanlah menjadi sebuah penghalang bagi Muhaimin (40) warga Dusun Randusari RT 21/ RW 04, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang

Muhaimin, Pengrajin Ornamen Tempurung Kelapa Ini Ingin Pemerintah Ikut Pasarkan Karya Difabel
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Muhaimin (40) seorang difabel tengah memproduksi kerajinan berbahan dasar tempurung kelapa di Rumahnya Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Senin (15/7/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

Selain berupa asbak, celengan, serta replika hewan hama tanaman, dia juga memproduksi tempurung kelapa menjadi berbagai hiasan dinding menarik.

“Beberapa barang kerajinan itu kami jual dengan harga mulai Rp 20 ribu sampai ratusan ribu.

Karena keterbatasan alat kami tidak memaksakan diri membuat produk yang cukup rumit,” katanya

Dia menyampaikan bahan baku tempurung kelapa sendiri didapat dari kebun sekitar lokasi tempat tinggalnya memanfaatkan buah kelapa yang sudah jatuh dari pohon karena termakan tupai atau hama lain.

Sedangkan, jika menggunakan tempurung buah maja, dibelinya perpohon dengan harga beragam tergantung sedikit banyaknya jumlah buah yang dihasilkan.

Ia menambahkan, meski terlahir dengan kondisi berkebutuhan khusus Muhaimin tidak ingin menjadi beban keluarganya.

Dia percaya setiap usaha yang dilakukan sekarang melalui kerajinan berbahan dasar tempurung kelapa dapat menghasilkan pendapatan cukup untuk bertahan hidup.

“Saya tidak pernah menyesali kondisi sekarang.

Saya juga meyakini apabila seseorang mau berusaha nantinya bakal mendapatkan hasil sepadan dengan yang dilakukan.

Sementara saya baru bisa membuat kerajinan semoga itu yang terbaik,” ujarnya

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved