Pengelolaan Parkir di Obyek Wisata Waduk Cacaban Tegal Diduga Ilegal, Tak Ada Retribusi Masuk

Pengelolaan parkir di kawasan Obyek Wisata Waduk Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, disinyalir ilegal.

Pengelolaan Parkir di Obyek Wisata Waduk Cacaban Tegal Diduga Ilegal, Tak Ada Retribusi Masuk
ISTIMEWA
Obyek Wisata Waduk Cacaban Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pengelolaan parkir di kawasan Obyek Wisata Waduk Cacaban, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, disinyalir ilegal.

Lahan milik Pemkab Tegal yang dipakai tempat menampung parkir itu ternyata tidak memberikan kontribusi kepada pihak pengelola.

Kepala UPTD Pariwisata Waduk Cacaban, Juliono menuturkan, ada sebanyak 7 titik tempat parkir yang ada di obyek wisata tersebut.

Dia melihat, lahan parkir itu dikelola oleh masyarakat setempat.

"Jasa parkir penataan kendaraan di dalam obyek wisata tidak ada retribusi masuk ke daerah. Itu berarti ilegal," jelas Yuli, sapaannya kepada Tribunjateng.com, Senin (15/7/2019).

Sejauh ini, pihaknya mengaku sama sekali tidak pernah mendapatkan biaya sewa lahan atau retribusi lainnya.

Kondisi itu, kata Yuli, terjadi juga saat hari-hari libur panjang seperti Lebaran kemarin.

"Tidak ada kontribusi ke Pemkab. Saya menyarankan Pemkab sebaiknya membuat MoU dengan pengelola parkir. Sehingga mereka ditarik retribusi untuk masuk ke kas daerah. Itu kan lumayan," paparnya.

Sementara, Petugas Parkir di lapangan, Sukari (50) membenarkan jika selama ini tidak ada setoran yang masuk ke kas daerah.

Dia menyebut, hasil parkir hanya disetorkan ke paguyuban obyek wisata.

"Hasilnya tidak begitu besar. Kami menariki biaya parkir seikhlasnya saja. Kita paling hanya dapat seribu atau dua ribu. Yang jelas, sehari cuman dapat dari parkir sekitar Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu saja," ungkap Sukari. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved