PT Pelindo III Butuh 5 Hari Evakuasi Crane dan Kontainer yang Ditabrak Kapal MV Soul of Luck

Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung menyebutkan pihaknya membutuhkan sekitar lima hari untuk bisa mengevakuasi tumpukan material

PT Pelindo III Butuh 5 Hari Evakuasi Crane dan Kontainer yang Ditabrak Kapal MV Soul of Luck
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Truk kontainer pengangkut peti kemas melintas di bangkai crane area dermaga Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Senin (15/7/2019) sore. Akibatnya dari kejadian tersebut, satu unit Container Crane 3 ambruk menimpa truk yang sedang antre. Kondisi terkini untuk pelayanan bongkar muat sudah berjalan lancar. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Utama PT Pelindo III,  Doso Agung menyebutkan pihaknya membutuhkan sekitar lima hari untuk bisa mengevakuasi tumpukan material akibat insiden kecelakaan MV. Soul of Luck yang menabrak dermaga di Pelabuhan Tanjung Emas pada, Minggu (14/7/2019) kemarin.

Lamanya waktu tersebut dikarenakan banyaknya tumpukan material yang harus dievakuasi yakni 1 unit crane nomer 3 dari 7 crane yang ada di Semarang, 3 Hi Truck, 14 Kontainer, 1 buah bolder dan 6 vender.

Meski begitu, pihaknya menjamin operasional di Pelabuhan Peti Kemas tetap berlangsung meski menggunakan 6 crane untuk bongkar pasang muatan.

Adapun prosentase tidak beroperasinya 1 unit crane menurut Doso bakal mengurangi 5-10 persen kecepatan bongkar pasang barang.

Pihaknya menjamin tidak akan teejadi keterlambatan dalam hal bongkar pasang barang maupun kedatangan kapal.

"(Untuk) Pelayanan domestik ekspor dalam waktu 2 minggu jika diperlukan kren kami siapkan di Surabaya," jelas Doso, Senin (15/7/2019).

Adapun prosentase keterlambatan yang bisa ditolelir pihaknya tidak lebih dari 15 persen.

Jumlah tersebut menurut perhitungan dari rata-rata 30 kontainer perjam sehingga minimal 24 kontainer perjam.

Adapun jika lebih dari perhitungan tersebut, pihaknya bakal mendatangkan alat bantu bongkar muat supaya menjamin kecepatan operasional.

"Material yang rusak segera diganti. Untuk kapal sendiri tidak rusak dan akan berlayar ke Surabaya," terang Doso.

"Sesuai arahan Menteri BUMN dan Perhubungan bagaimana secepat mungkin normalisasi operasional. Dan jaminan ekspor tidak terganggu," pungkasnya. (Sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved