Rupiah Tembus Rp 13.970 per Dolar AS, Pengamat Sebut Penguatan Terlalu Cepat Berdampak Kurang Sehat

Rupiah kembali menguat ke kisaran Rp 13.900 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini.

Rupiah Tembus Rp 13.970 per Dolar AS, Pengamat Sebut Penguatan Terlalu Cepat Berdampak Kurang Sehat
shutterstock
Ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Rupiah kembali menguat ke kisaran Rp 13.900 per dolar Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini.

Penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS diyakini masih akan berlanjut pada perdagangan Selasa (16/7/2019).

Sentimen yang mendominasi masih dari eksternal, disusul banyaknya sentimen positif dari internal. 

Senin (15/7/2019), kurs tengah Bank Indonesia (BI) menguat 0,82% ke level Rp 13.970 per dolar AS.

Rupiah spot juga menguat 0,63% ke level Rp 13.920 per dolar AS.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS kebanyakan didukung sentimen eksternal.

Ekspektasi pasar cenderung mengarah pada rencana penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve.

"Walaupun data ekonomi AS masih mixed, tapi pasar optimistis suku bunga acuan bakal turun."

"Ini mengacu pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell yang menganggap perang dagang AS sebagai ancaman," kata David dilansir Kontan.co.id, Senin (15/7/2019). 

Hari ini rupiah pun terdongkrak oleh berita positif seperti data neraca dagang yang positif, serta utang luar negeri (ULN) Mei 2019 yang melambat.

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved