Tak Hanya di Sekolah Formal, Euforia Hari Pertama Sekolah Juga Dirasakan Penyandang Cerebral Palsy

Euforia hari pertama masuk sekolah tidak hanya dirasakan para siswa yang menimba ilmu di sekolah formal saja, anak-anak difabel cerebral palsy juga

Tak Hanya di Sekolah Formal, Euforia Hari Pertama Sekolah Juga Dirasakan Penyandang Cerebral Palsy
IST
Ketua TP PKK Kota Semarang, Kriseptiana Hendrar Prihadi berbincang-bincang dengan anak-anak di kelas baru yang ada di Semar Cakep, Senin (15/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Euforia hari pertama masuk sekolah tidak hanya dirasakan para siswa yang menimba ilmu di sekolah formal saja, anak-anak difabel cerebral palsy juga turut merasakan euforia hari pertama masuk sekolah.

Pasalnya, ruang difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian) yang berada di Kantor Kecamatan Semarang Barat kini telah dilengkapi dengan ruang kelas baru khusus bagi anak penyandang difabel cerebral palsy. Mulai Senin (15/7/2019), mereka pun mulai mengikuti pembelajaran di kelas baru.

Peresmian kelas baru dihadiri oleh Camat Semarang Barat, Heroe Soekendar, Sekcam Semarang Barat, Pranyoto dan beberapa staff, serta secara simbolis dibuka dan diresmikan oleh Ketua TP PKK Kota Semarang, Krisseptyana Hendrar Prihadi dengan melepaskan puluhan burung kecil secara bersama di halaman Ruang Difabel Semar Cakep.

Koordinator Paguyuban Peduli Penyandang Disabilitas (P3D), Fita Maryunani mengatakan, ruang kelas ini dibuka sebagai sarana belajar bagi anak-anak yang mengalami keterbatasan agar dapat merasakan pendidikan sebagaimana mestinya anak-anak yang lain.

Menurutnya, anak-anak cerebral palsy harus mendapatkan pendidikan untuk masa depan mereka.

"Dibukanya kelas baru ini dimaksudkan agar anak dan ibu bisa mendapatkan bekal untuk mandiri dalam hidup yang layak," tutur Fita.

Fita mengatakan, kelas ini akan buka setiap hari Senin hingga Kamis.

Anak-anak akan dibimbing untuk belajar, sedangkan para orang tuanya akan dibeberikan berbagai pelatihan.

Saat ini, kelas baru tersebut baru dikelola oleh satu pengajar.

Adapun jumlah siswa yang ada 63 anak yang tergabung dalam Semar Cakep.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Semarang, Kriseptiana Hendrar Prihadi mengapresiasi dibukanya ruang kelas untuk anak-anak celebral palsy.

"Saya apresiasi sekali dengan dibukanya kelas untuk anak-anak cerebral palsy, semoga kelas ini menjadi percontohan bagi pihak lain," ucap Tia, sapaan akrabnya.

Kedepan, diharapkan ada relawan atau pengajar non ASN dari Dinas Pendidikan yang bersedia membantu memberi materi pelajaran sesuai kebutuhan anak-anak. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved