Tak Sampai 1 Persen Sawah di Kendal Diasuransikan, Program AUTP Kurang Diminati
Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kurang diminati oleh para petani di Kabupaten Kendal.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kurang diminati oleh para petani di Kabupaten Kendal.
Program itu diluncurkan untuk memberikan perlindungan kepada petani dari kerugian yang disebabkan oleh gagal panen karena banjir, kekeringan, dan serangan oraganisme pengganggu tumbuhan.
Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kendal, Pandu Rapriat Rogojati mengatakan dari total seluruh lahan pertanian di Kabupaten Kendal, kurang dari satu persen yang diikutkan dalam program asuransi tersebut.
Padahal luas lahan pertanian di Kabupaten Kendal ada 25.989 hektare.
"Sawah yang diikutkan program AUTP oleh para petani hanya seluas 77 hektare.
Angka itu jauh dari satu persen.
Padahal dengan ikut asuransi ini membuat petani mengurangi beban yang ditanggung oleh petani jika tanaman padi mengalami puso," katanya, Senin (15/7).
Menurutnya saat ini musim kemarau tengah melanda di Kabupaten Kendal.
Sehingga jika mengalami puso dan gagal panen akibat kemarau maka akan akan mendapatkan uang asuransi dari program AUTP.
"Program ini dikerjasamakan dengan Jasindo.
Premi asuransi sebesar 36 ribu rupiah untuk satu hektar tiap satu masa tanam, Asuransi yang didapat sebesar enam juta rupiah per hektarenya," katanya.
Bagi sawah yang tidak mendaftar AUTP dan mengalami puso akibat kemarau, pihaknya hanya dapat memberikan bantuan benih padi gratis untuk meringankan beban petani.
Namun pengajuan berserta rekomendasi dari petugas Penyuluh Pertanian Lapangan.
"Saat ini kami sudah melakukan pemetaan daerah pertanian yang berpotensi kekeringan ada enam kecamatan, Kendal, Patebon, Brangsong, Kangkung, Rowosari, dan Cepiring dengan 449 Hektare," Katanya
Pihaknya pun juga akan mendirikan beberapa posko kekeringan serta menyiagakan Brigade Alsintan untuk melakukan monitoring penggunaan pompa air maupun alat tani lainnya yang dibantukan kepada petani.
Monitoring ini dilakukan agar seluruh sawah mendapatkan manfaat dari alat tani itu.
"Setiap poskonya nanti disiagakan alat pengairan agar dapat membantu petani yang membutuhkan air untuk sawahnya," katanya. (dap)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemandangan-sawah-di-desa-gumelem-wetan-kecamatan-susukan-banjarnegara.jpg)