4 Guru Kekurangan Jam Mengajar Akibat Minimnya Siswa yang Masuk di SMP Negeri 5 Demak

Empat guru kekurangan jam mengajar akibat minimnya siswa yang masuk di SMP Negeri 5 Demak tahun ajaran 2019-2020.

Namun setiap wali murid, bilangnya akses transportasi menuju SMP N 5 Demak, harus naik angkot dua kali, itupun harus jalan kaki sekitar 300 meter dari Taman Makam Pahlawan menuju SMP N 5 Demak," terangnya.

Lanjutnya, ia pun tak bisa memaksa wali murid atas pertimbangan tersebut.

Seperti halnya calon siswa yang berasal dari Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam, lebih memilih mendaftar ke SMP N 4 Demak yang jaraknya 7 kilometer.

Karena untuk ke sekolah tersebut hanya naik angkutan umum sekali perjalanan.

Lain halnya, dari Desa Mranak, Kecamatan Wonosalam ke SMP N 5 Demak yang sekitar 5 kilometer perjalan, namun harus naik angkutan umum dua kali dan ditambah harus jalan kaki.

"Kami juga tidak bisa memaksa wali murid terkait hal tersebut.

Pasalnya pertimbangan wali murid harus membayar dua kali lipat untuk cost transportasi anaknya," terangnya.

Dalam hal tersebut, akan menjadi bahan evaluasi ke depan dalam PPDB zonasi ke depan terutama akses jalan menuju SMP N 5 Demak.

"Kami akan ajukan persoalan tersebut melalui evaluasi bulanan.

Dalam hal ini ke beberapa OPD terkait," terangnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved