BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Program Jaminan Sosial ke Pelaku UKM di Salatiga

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Ungaran menggelar sosialisasi program dengan sasaran pelaku usaha kecil menengah

BPJS Ketenagakerjaan Kenalkan Program Jaminan Sosial ke Pelaku UKM di Salatiga
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Petugas BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran saat memberikan sosialisasi program kepada puluhan pelaku UKM di Aula Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Selasa (16/7/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Ungaran menggelar sosialisasi program dengan sasaran pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Aula Kecamatan Tingkir, Salatiga, Selasa (16/7/2019).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran Budi Santoso mengatakan banyak pelaku UKM di Indonesia hanya saja mayoritas mereka belum memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan yang sangat bermanfaat.

"Misalnya ketika terjadi kecelakaan kerja berapapun biaya kami yang menanggung. UKM ini mereka juga bagian dari tenaga kerja hanya saja masalahnya sekarang banyak yang belum tahu manfaatnya," terangnya kepada Tribunjateng.com,  di Aula Kecamatan Tingkir, Salatiga, Selasa (16/7/2019)

Budi Santoso menerangkan BPJS Ketenagakerjaan tidak memandang profesi pekerjaan yang tergabung dalam perusahaan besar maupun kecil. Apalagi upah minimal sekarang telah diatas satu juta rupiah sesuai aturan masing-masing daerah.

Ia menambahkan, apabila meninggal dunia pekerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan minimal 24 juta. Sehingga kata dia kepesertaan para pekerja dalam BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu.

"Dan para pelaku UKM ini masih minim sehingga perlu adanya sentuhan supaya masyarakat apapun profesinya sejahtera," katanya

Dikatakannya program BPJS Ketenagakerjaan juga dapat diikuti oleh orang profesi perseorangan seperti petani, peternak maupun tukang becak dengan iuran perbulan sekira Rp 10 ribu lebih sedikit.

Dirinya menerangkan sejauh ini masyarakat hanya mengetahui pentingnya memiliki BPJS Ketenagakerjaan itu hanyalah yang bekerja pada perusahaan besar. Padahal lanjutnya, sesuai aturan terbaru seluruhnya dapat difasilitasi.

"Ya kendala sejauh ini pemahaman masyarakat kurang apa itu BPJS Ketenagakerjaan, apa itu BPJS Kesehatan. Sekarang kami mencoba menjelaskan," jelasnya

Camat Tingkir Nunuk Dartini mengungkapkan sosialisasi yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan membuka pemahaman masyarakat. Sejauh ini warganya hanya tahu BPJS Kesehatan saja.

"Lewat sosialisasi yang ada kami selaku pemerintah terdekat dengan warga merasa penting adanya pemahaman manfaat turut dalam BPJS Ketenagakerjaan," ucapnya

Dartini menyampaikan beberapa peserta yang diundang sekira 50 orang dari berbagai pelaku UKM pada wilayah Kecamatan Tingkir. Mereka terdiri dari kelompok usaha perseorangan maupun sudah memiliki pekerja sendiri. (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved