Minimalisir Kecelakaan Lalulintas, Satlantas Polres Salatiga Berikan Sosialisasi Kepada Siswa Baru

Ia mengimbau kepada para orangtua supaya mengantarkan anaknya ke sekolah demi keselamatan atau memanfaatkan layanan transportasi berbasis aplikasi

Minimalisir Kecelakaan Lalulintas, Satlantas Polres Salatiga Berikan Sosialisasi Kepada Siswa Baru
Tribunjateng.com/M Nafiul Haris
Kasatlantas Polres Salatiga AKP Marlin Supu Payu saat memberikan sosialisasi keselamatan berlalulintas kepada ratusan siswa baru di SMAN 1 Salatiga, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka meminimalisir terjadinya kecelakaan lalulintas dengan korban para pelajar Satlantas Polres Salatiga menggelar sosialisasi keselamatan lalulintas bagi siswa baru sekolah menengah atas (SMA).

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Marlin Supu Payu mengatakan sosialisasi yang dilakukan merupakan program kerjasama dengan dinas pendidikan setempat.

"Pelajar ini rata-rata kan berusia 15-16 tahun. Selain belum diperbolehkan memiliki SIM, mereka juga rawan sekali terlibat kecelakaan lalulintas," terangnya kepada Tribunjateng.com, di Aula SMAN 1 Salatiga, Selasa (16/7/2019)

Dikatakan AKP Marlin, pada sosialisasi yang ada diikuti sekira 408 siswa baru dari SMAN 1 Salatiga dengan rentang usia rawan menjadi korban kecelakaan lalulintas.

Ia mengimbau kepada para orangtua supaya mengantarkan anaknya ke sekolah demi keselamatan atau memanfaatkan layanan transportasi berbasis aplikasi.

"Kepada mereka (siswa) kami juga menyampaikan supaya tidak mengendarai motor berknalpot brong. Beberapa syarat berkendara harus aman dan memenuhi tata aturan juga kami sampaikan," katanya

Selain menyasar siswa baru pada jenjang SMA juga sosialisasi diberikan oleh anggota Satlantas Polres Salatiga kepada pelajar SMP. Semua itu kata dia bertujuan meminimalisir angka kecelakaan lalulintas dijalan raya.

Seorang siswa baru SMAN 1 Salatiga Anindita menyampaikan baru mengetahui tata aturan berlalulintas yang baik setelah mengikuti sosialisasi kali ini.

Dia mengaku selama ini hanya tahu dan berpatokan pada ijin dari orangtua. Sedang harus berusia minimal 17 tahun serta memiliki SIM juga memahami rambu baru diketahuinya.

"Sangat bermanfaat, bagi saya beberapa hal yang disampaikan baru tahu tadi saat pemaparan. Biasanya asalkan orangtua mengijinkan saya anggap itu tidak ada masalah. Tapi tadi disampaikan minimal berusia 17 tahun," ujarnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved