Pendapat Wapres JK Mengenai Jatah Kursi Menteri bagi Parpol di Pemerintahan Jokowi Jilid II

tujuan dari politik adalah meraih kekuasaan dan salah satu bentuknya adalah mendapatkan kursi di eksekutif.

Pendapat Wapres JK  Mengenai Jatah Kursi Menteri bagi Parpol di Pemerintahan Jokowi Jilid II
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat ditemui usai meninjau masjid yang terletak di Kompleks Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Al Wafa, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla berpendapat, jatah kursi menteri bagi partai politik bergantung pada jumlah kursi partai politik itu sendiri di DPR RI.

Hal tersebut disampaikan Kalla menanggapi lobi-lobi yang dilakukan parpol pengusung Jokowi-Ma'ruf demi memperoleh kursi menteri di kabinet.

"Tentu juga ada aturan-aturannya dan kewajarannya."

"Tentu partai yang mempunyai kursi yang besar mendapat juga di kabinet juga yang memadai," ujar Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Sementara, soal lobi-lobi partai politik, Kalla menilai wajar.

Menurut dia, tujuan dari politik adalah meraih kekuasaan dan salah satu bentuknya adalah mendapatkan kursi di eksekutif.

"Saya katakan politik itu mencapai tujuan dengan berbagi kekuasaan."

"Itu rumusan politik di manapun."

"Akhirnya kalau kekuasaan itu, ada di pemerintahan," ujar Kalla.

"Memang tujuannya dia ikut pemilu, ikut apa, capek-capek berkampanye, kalau pada ujungnya tidak mendapat kursi, dia tidak mendapat tujuannya."

Halaman
12
Editor: galih pujo asmoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved