Jafri Sastra Sebut Hal Ini Jadi Kunci PSIS Semarang Menang Atas PSS Sleman di Liga 1 2019

PSIS Semarang sukses menang 3-1 atas tuan rumah PSS Sleman dalam lanjutan pertandingan Liga 1 pekan kesembilan di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Jafri Sastra Sebut Hal Ini Jadi Kunci PSIS Semarang Menang Atas PSS Sleman di Liga 1 2019
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Striker PSIS Semarang Silvio Escobar dikawal ketat pemain PSS Sleman. 

TRIBUNJATENG.COM, SLEMAN - PSIS Semarang sukses menang 3-1 atas tuan rumah PSS Sleman dalam lanjutan pertandingan Liga 1 pekan kesembilan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (17/7/2019) sore.

Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol cepat gelandang asing PSS Sleman, Brian Ferreira di menit ke 4, PSIS Semarang tidak menunggu waktu lama untuk menyamakan kedudukan.

Silvio Escobar memotivasi timnya membalikkan kedudukan lewat gol indahnya pada menit ke 32, kemudian disusul gol Wallace Costa lewat titik putih pada menit ke 42.

Di tambahan menit waktu babak pertama, PSIS Semarang kembali menambah gol lewat tendangan lob Bayu Nugroho di menit ke 47.

Manchester United Menang Telak Atas Leeds United pada Tur Pramusim di Australia

Skor 3-1 di babak pertama ini kemudian tetap pertahan hingga wasit Iwan Sukoco meniup pluit panjang di babak kedua tanda berakhirnya pertandingan.

Ada dua catatan positif yang diraih pasukan Jafri Sastra atas PSS Sleman ini.

Selain kembali ke posisi lima besar klasemen sementara, PSIS Semarang akhirnya melakukan revans atas PSS Sleman setelah dalam uji coba di Stadion Maguwoharjo, 30 April silam, PSIS kalah tipis 1-0 atas PSS

Selepas pertandingan, pelatih PSIS Semarang Jafri Sastra mengungkapkan, kunci kemenangan timnya atas PSS Sleman karena anak asuhnya tampil all out dan disiplin sepanjang pertandingan.

"Kunci kemenangan kami karena anak-anak tampil all out, disiplin, dan bermain bagus. Setiap jengkal lapangan dari menit ke menit pemain sangat disiplin sesuai yang kami inginkan," kata Jafri.

Jengkel Karena Rewel, Seorang Ibu di Boyolali Aniaya Anak Kandungnya Usia 6 Tahun Hingga Tewas

Pelatih berusia 54 tahun ini menyebut, pihaknya sudah memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dengan melakukan beberapa kali simulasi dalam latihan.

"Kemungkinan-kemungkinan di lapangan sudah kami antisipasi dalam latihan. Ketika kami tertinggal atau unggul apa yang harus kami lakukan. Yang pasti, kami sangat bersyukur pemain bermain disiplin," ucapnya. (arl)

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved