Kementan Akan Kembangkan Kabupaten Batang sebagai Sentra Benih Bawang Putih

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Hortikultura) Kementerian Pertanian meningkatkan produksi benih bawang putih.

Kementan Akan Kembangkan Kabupaten Batang sebagai Sentra Benih Bawang Putih
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Panen perdana benih bawang putih di Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang Rabu,( 17/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sebagai upaya menuju swasembada pangan untuk bawang putih dan menghilangkan ketergantungan impor, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hortikultura (Ditjen Hortikultura) Kementerian Pertanian meningkatkan produksi benih bawang putih.

Hal itu berguna untuk memperluas tanaman holtikultura tersebut.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi melalui Kasubdit Tanaman Obat, Wiwi Sutiwi mengatakan untuk mengembangkan kawasan bawang putih pihaknya akan membenahi benihnya terlebih dahulu.

"Untuk menuju swasembada pangan untuk bawang 2021, kami akan melakukan pengembangan kawasan benih terlebih dahulu yang sudah terprogram pembenihannya dari tahun 2017 hingga 2020," terangnya saat ikut panen perdana bawang putih di Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang Rabu,( 17/7/2019).

Dia menjelaskan pengembangan kawasan bening bawang setiap tahunnya akan ditingkatkan yang mana pada tahun 2017 telah mengembangkan 1.500 hektar, pada 2018 mengembangkan 5.400 hektar dan pada tahun 2019 ini meningkat menjadi 10 Ribu hektar.

"Kabupaten Batang menjadi salah satu wilayah yang cukup bagus untuk pengembangan kawasan benih, sudah ada 275 hektar, dan masih bisa dikembangkan lagi," ujarnya.

Bupati Batang Wihaji mengatakan di Kabupaten Batang memang pernah memiliki sejarah sukses bawang putih sehingga bisa mengulang untuk mendukung swasembada bawang.

"Memang ada sejarah sukses tentang Bawang putih, untuk mengulang sukses Kabupaten Batang diproyeksikan Kementerian Pertanian menjadi centra bawang putih," ujarnya.

Menurutnya, dengan keberhasilan masyarakat tanam bawang, maka bisa andil dalam menjaga ketahanan pangan nasional yang selama ini kebutuhannya selalu mengimpor yang di harapkan pula menjadi penangkar produsen bibit benih.

"Bawang putih sebagai alternatif petani selain menanam padi dengan hasil yang lebih khususnya di dataran tinggi. Oleh karena itu dengan banyak petani yang menanam otomatif dapat mengurangi impor," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batang Migayani Tamrin menjelaskan khusus Kabupaten Batang memang dikhususkan untuk pembibitan bukan untuk konsumsi.

Dan memulai menanam benih bawang putih tahun 2018 dengan luasan 94 hektar, dan tahun 2019 sekitar 300 hektar.

"Batang memang menjadai pusat penyedia benih yang di 2019 ditargetkan oleh Kementrian melalaui pendanaan APBN ada sekitar 275 hektar dan yang dari kemitraan seluas 84 hektar dengan varietas lumbu ijo dan lumbu kuning," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved