Seusai Bertemu Jokowi, Hendi Matangkan Pengoperasian PLTSa untuk Atasi Persoalan Sampah

Pemerintah Kota Semarang kian mematangkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan teknologi landfill gas.

Seusai Bertemu Jokowi, Hendi Matangkan Pengoperasian PLTSa untuk Atasi Persoalan Sampah
ISTIMEWA
Walikota Semarang Hendrar Prihadi (4 dari kiri) mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang kian mematangkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan teknologi landfill gas.

Proyek hasil kerja sama Kota Semarang dengan Kerajaan Denmark tersebut sebenarnya telah siap digunakan.

Hanya saja beberapa waktu lalu ada hal yang belum terselesaikan dengan pihak PLN.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, hal yang belum terselesaikan selama ini yaitu terkait penjualan listrik kepada PLN.

Namun, persoalan ini telah dibahas dan telah ditemukan solusi pada saat rapat terbatas bersama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, Selasa (16/7/2019) lalu.

"Perizinan tidak dipersulit, alurnya jelas. Hanya ada hal-hal yang menurut PLN masih perlu pemikiran. Hal ini sudah dipertegas oleh presiden bahwa PLN harus beli dengan harga sekian," kata Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang, Rabu (17/7/2019).

Sementara itu, proyek PLTSa dengan tenaga incenerator, lanjut Hendi, masih dalam proses outline business case (OBC) menuju kearah financial business case (FBC).

Setelah persiapan matang, pihaknya akan segera melelangkan proyek yang bakal menjadi solusi penanganan sampah di Kota Semarang.

Hendi menargetkan proses lelang dapat dilakukan September 2019 ini.

Adapun pekerjaan konstruksi untuk PLTSa dengan teknologi incenerator ditargetkan awal 2020.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved