Tahun Ini 8.000 Wanita Indonesia Meninggal Karena Kangker Serviks

Ikatan Adhyaksa Dharmakartini (IAD) Jateng, menyatakan penderita kanker serviks di Indonesia cukup tinggi.

Tahun Ini 8.000 Wanita Indonesia Meninggal Karena Kangker Serviks
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Masyarakat memadati gedung serba guna Hotel Sahid Mandarin Pekalongan untuk mendaftar IVA tes, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Ikatan Adhyaksa Dharmakartini (IAD) Jateng, menyatakan penderita kanker serviks di Indonesia cukup tinggi.

Tercatat ada 15 ribu penderita kangker serviks yang sudah didata oleh IAD.

Sedangkan angka kematian penderita kangker serviks sendiri mencapai 60 persen dari total jumlah penderitanya.

Ketua IAD Wilayah Jateng, Sri Watini Sadiman, menjelaskan, tahun ini ada 8 ribu wanita meninggal karena kangker serviks.

“Untuk itu kami adakan tes inspeksi visual asam asetat (IVA) masal untuk para wanita terutama ibu rumah tangga,” jelasnya saat ditemui Tribunjateng.com di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan, Rabu (17/7/2019).

Dilanjutkannya, penderita kangker serviks di Jateng juga cukup tinggi, namun untuk angka bisa ditanyakan ke Dinkes Provinsi Jateng.

"Kangker serviks bisa menyerang setiap wanita yang aktif melakukan hubungan seksual, apalagi yang sering berganti pasangan,” jelasnya.

Adapun Indah Kurniawati, dokter yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, gaya hidup tidak sehat sangat mempengaruhi seseorang terjangkit kangker serviks.

"Selain berganti pasangan, dan merokok, hubungan seksual pada usia dini juga menjadi penyebab tumbuhnya kangker serviks,” jelasnya.

Ditambahkannya, perempuan berusia 18 tahun ke atas rawan terjangkit kangker serviks.

“Untuk itu kami anjurkan para perempuan berusia 18 tahun ke atas rutin melakukan IVA tes, untuk mendeteksi sedini mungkin adanya kangker tersebut,” tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved