Tutup Kegiatan BBRGM, Bupati Batang Minta Semangat Gotong Royong Harus Berkelanjutan

Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBRGM) ke XVI Tahun 2019 tingkat Kabupaten Batang kali ini tidak seperti peringatan-peringatan

Tutup Kegiatan BBRGM, Bupati Batang Minta Semangat Gotong Royong Harus Berkelanjutan
ISTIMEWA
Tutup Kegiatan BBRGM, Bupati Wihaji Minta Semangat Gotong Royong Harus Berkelanjutan 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBRGM) ke XVI Tahun 2019 tingkat Kabupaten Batang kali ini tidak seperti peringatan-peringatan sebelumnya.

Karena acara yang juga dirangkai dengan Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke -47 ini juga terdapat pameran hasil produk unggulan masing-masing desa di Kecamatan Bawang.

Selain itu, serangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka pelaksanaan BBRGM adalah penyuluhan sadar hukum, penguatan ekonomi mikro. Selain juga ada pelayanan kesehatan dan lomba posyandu, lomba pola hidup bersih dan sehat.

Pada puncak Penutupan BBRGM ke XVI Tahun 2019, juga dimeriahkan dengan penampilan Barongan dari tim kesenian desa setempat yang digelar di Lapangan Jambangan Kecamatan Bawang, Rabu (17/7/2019).

"Semangat gotong royong harus terus berkelanjutan, kegiatan ini jangan hanya simbolik tapi tentunya diimplementasikan guyub rukun di masyarakat karena kita hidup tidak bisa sendirian," ujar Bupati Wihaji saat menutup kegiatan BBRGM.

Ia juga mengatakan Peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 47 menjadi momentum kita untuk terus bersinergi dalam tugas sosialnya.

Karena menurutnya, PKK memiliki tugas yang cukup bayak yakni ikut sosialisasi penurunan anagka kematian anak dan ibu, posyandau sampai peningkatan keswjahteraan keluarga.

"Program Kegiatan PKK masuk dalam kegiatan Pemkab kalau tingkat desa, masuk dalam anggaran desa program kegiatannya," ujarnya.

Sementara Tim Penggerak PKK Ny. Uni Kuslantasi Wihaji mengatakan, kegiatan tersebut untuk menumbuhkan kembali semangat guyub rukun, kebersamaan, kerukunan dan kegotong royongan menuju sinergitas dan partisipasi masyarakat dalam pemberdayaan menuju kemandirian serta transparan dalam pembangunan.

"Kegiatan PKK sangat komplek dan tidak ada honornya, semua murni kegiatan sosial dan ikhlas dalam menjalankan tugasnya," tandas Istri Bupati Wihaji itu.(*)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved