Warga Kendal Urus Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga Untuk Wingko Pohong

Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan visitasi terhadap produsen jajanan pasar hasil kreasi warga Kendal, Wingko Pohong (Wingpoh).

Warga Kendal Urus Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga Untuk Wingko Pohong
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Tim Visitasi PIRT Dinkes Kendal mendatangi tempat produksi jajanan pasar wingpoh. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal melakukan visitasi terhadap produsen jajanan pasar hasil kreasi warga Kendal, Wingko Pohong (Wingpoh) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga, Pegandon pada Rabu (17/7/2019).

Visitasi ini merupakan rangkaian pengurusan perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) produk jajan yang berbahan dasar singkong dan tepung ketan itu.

Hal itu juga memastikan agar jajanan pasar tersebut layak untuk dikonsumsi masyarakat.

Petugas visitasi PIRT dari Dinas Kesehatan Kendal Anita Yuliani, mengatakan bahwa dilihat dari bahan yang digunakan merupakan bahan yang baik untuk dikonsumsi.

Namun meski menggunakan bahan yang baik, harus melewati uji laboratorium terlebih dahulu.

Istri Laporkan Suami ke Polisi Setelah Temukan 5 Video Porno yang Diperankan Suami dan Wanita Lain

"Kami sampaikan kepada pengelola PKBM Bina Warga untuk secara bertahap melengkapi tempat produksinya, karena PKBM ini menjadi tempat pembelajaran Warga untuk memproduksi hal lainnya seperti kopi dan produk kue lainnya, sehingga diperlukan semacam sentra sendiri untuk memproduksi itu sendiri," katanya.

Ketua PKBM Bina Warga Maftukhin mengatakan saat ini sudah ada sebanyak 20 warga yang mengikuti pelatihan memproduksi wingpoh.

Total 20 warga itu kemudian bentuk menjadi empat kelompok produksi untuk mencukupi pemenuhan pesanan wingpoh.

"Saat ini yang sudah rutin melakukan produksi sebanyak dua kelompok, sedangkan dua lainnya aktif saat ada pesanan. nantinya izinnya PIRT bisa mengikuti kami dahulu sampai dapat mandiri berdiri," ujarnya.

Menurutnya, saat ini bagi warga yang hendak memesan Wingpoh dapat menuju PKBM Bina Warga maupun langsung ke Kelompok pemroduksi wingpoh.

Jika melalui pihaknya maka hasil dibagikan kembali kepada tiap kelompok yang memproduksi. Harganya Rp 2000 tiap buahnya.

"Kami hanya memfasilitasi dan mengarahkan saja. Namun saat mereka sudah mampu, dapat menjalankan usahanya sendiri," katanya. (dap)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved