Aksi Pencarian Bocah Hilang, Tim Emergency Response MRI-ACT Temukan dalam Keadaan Tak Bernyawa

Seorang anak bernama Muhamad Afandi bin Rahmat (5), yang hilang sejak hari Jum'at 12 Juli 2019 pukul 17.35 Wib, akhirnya ditemukan Selasa (16/7).

IST
Aksi pencarian bocah hilang, Tim Emergency Response MRI-ACT menemukan dalam keadaan meninggal 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Jasad seorang anak bernama Muhamad  Afandi bin Rahmat (5) akhirnya ditemukan oleh gabungan tim SAR bersama Masyarakat Relawan Indonesia dari Aksi Cepat Tanggap (MRI-ACT) Kabupaten Batang, Selasa (16/7/2019) siang.

Afandi ang hilang sejak Jumat, 12 Juli 2019, pukul 17.35.

Berawal dari laporan warga masyarakat melalui Bayu Indarto selaku Komandan Mahatidana Rescue (Pemuda Pancasila), menginformasikan kronologis hilangnya Afandi kepada tim MRI-ACT pada Senin (15/7/2019) malam.

Melalui pemaparan Bayu, dibutuhkan tim spesialis akses tali untuk pencarian di medan terjal.

Menurut informasi Tim SAR, dicurigai bocah tersebut hilang di area tebing dengan kemiringan mencapai 100 derajat.

Merespon hal tersebut, Ridwan Subarkah selaku koordinator Wilayah MRI-ACT menurunkan 10 tim ahli panjat tebing untuk membantu proses pencarian. 

"Selasa siang, dengan dikomando oleh Pak Baus Hendarto, beberapa tim langsung menyisir jurang dengan bantuan tali. Sebelum sampai dasar jurang, terlihat seorang anak tersangkut dalam ranting di antara bebatuan. Setelah kami periksa anak tersebut sudah meninggal dunia,” tutur Ridwan menceritakan kronologis pencarian.

Kapolsek Kecamatan Blado Iptu Asto Merdiyanto mengungkapkan pihaknya menerjunkan 4 anggota Polsek Blado dan 3 personil Koramil Blado serta 20 tim SAR gabungan. 

Saat tim MRI-ACT melakukan pencarian di tebing tim gabungan SAR, TNI dan Polri melakukan pencarian di bantaran sungai.

"Penyisiran di lokasi bantaran Sungai Lojahan yang berjarak kurang lebih 1 kilometer dari TKP hilangnya anak atas nama Muhamad Afandi. Sekira pukul 13.30 WIB, tim menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal Dunia,” ungkap Merdiyanto.

Setelah dilakukan evakuasi, bocah tersebut dibawa menuju Puskesmas Blado untuk dilakukan pemeriksaan.

“Korban sudah dalam kondisi mengelembung serta kulit melepuh, berdasarkan autopsi tidak di ketemukan tanda-tanda penganiayaan,” tambah Merdiyono.

Setelah itu, korban dibawa ke rumah duka.

"Dari Tim Gabungan bersama perangkat desa menyerahkan Jenazah ke pihak keluarga. Selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum di Kabupaten Pekalongan dengan pertimbangan domisili keluarga,” jelasnya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved