Dispertan Demak Sebut Wilayahnya Penghasil Bawang Merah Terbanyak Kedua se-Jawa Tengah

Dispertan Demak menyebut sejak tahun 70-an hingga saat ini Kabupaten Demak jadi daerah penghasil bawah merah terbanyak peringkat kedua se-Jateng.

Dispertan Demak Sebut Wilayahnya Penghasil Bawang Merah Terbanyak Kedua se-Jawa Tengah
TRIBUN JATENG/ MAHFIRA PUTRI MAULANI
Pedagang bawang merah di Pasar Bunder Kabupaten Sragen, Kamis (9/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Demak menyebut sejak tahun 70-an hingga saat ini Kabupaten Demak menempati peringkat kedua se-Jawa Tengah sebagai penghasil bawang merah.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertan, Heri Wuryanta mengatakan, Demak sebagai daerah penghasil bawang merah tertinggi kedua setelah Kabupaten Brebes dengan luas area kurang lebih 6000 hektar.

Ia menjelaskan, daerah penghasil bawang merah berada di lima kecamatan utama.

Yaiitu Kecamatan Mijen dengan luas 3.303 hektare, Kecamatan Karanganyar seluas 1.017 hektare, Kecamatan Wedung 564 hektare, Kecamatan Demak 424 hektare dan Kecamatan Dempet 321 hektare.

"Pada tahun 2018 total produksi sebesar 432.766 kuintal," katanya saat ditemui di sela kesibukannya, Kamis (18/7/2019).

Hadapi Timnas Indonesia dan Kualifikasi Piala Dunia 2022, Timnas Thailand Tunjuk Pelatih Jepang

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Heri itu menyampaikan, perkembangan bawang merah di Kabupaten Demak lima tahun terakhir menunjukkan pertambahan luas area penanaman bawang merah.

Hal itu menggambarkan minat petani sangat tinggi dalam berbudidaya bawang merah.

Adapun pertimbangannya, ia menyebut bahwa secara umum mudah dibudidayakan dan pangsa pasar yang bagus.

"Ditambah kesesuaian lahan dan agroekosistem yang mendukung pertumbuhan yang optimal," jelasnya.

Di samping itu, masa produksi bawang merah yang relatif singkat, membuat petani merasa lebih cepat mendapatkan hasil dari budidaya bawang merah.

Selain itu, juga di saat produksi bawang merah sedang langka.

Melihat prospek dan perkembangan bawang merah di Demak, lanjut Heri, Pemerintah Kabupaten Demak melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak turut berperan dalam pengembangan kawasan bawang merah.

Pemkot Semarang Belum Tentukan Nominal Tali Asih Untuk Warga Binaan Lokalisasi Sunan Kuning

"Melalui penyaluran bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani bawang merah yang diakomodir dari anggaran APBN Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI. Yaituberupa saprodi benih bersertifikat, pupuk (NPK, ZA, KNO3) dan alsin (Cultivator, pompa air, Handsprayer elektrik, alat pengolah bawang merah) untuk mekanisasi pertanian," terangnya.

Menurutnya, pemberian bantuan tersebut bertujuan memberikan stimulan bagi petani dan membantu meningkatkan produksi bawang merah melalui penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dan Standard Operasional Procedur (SOP) untuk menghasilkan produk berkuallitas dengan biaya produksi rendah.

Diakuinya, pihaknya melakukan beberapa terobosan dengan melakukan pemetaan kawasan, pengaturan pola tanam, pendampingan dan penyuluhan petani, penanganan pasca panen, penguatan kelembagaan petani serta membangun kemitraan dengan pabrikan untuk menyerap hasil produksi dengan prinsip saling menguntungkan. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved