Fikri Mengaku Disterum dan Dipukuli Polisi Selama Seminggu agar Akui Pembunuhan, Kini Tuntut Balik

Dia mengaku tidak mengenali sosok mayat tersebut. Sontak dia langsung melapor pihak sekuriti setempat terkait temuan itu

Fikri Mengaku Disterum dan Dipukuli Polisi Selama Seminggu agar Akui Pembunuhan, Kini Tuntut Balik
(KOMPAS.com - Walda Marison)
Fikri Pribadi, Pengamen yang Disiksa Oknum Polisi Polda Metro Jaya agar akui pembunuhan Cipulir, Rabu (17/7/2019)  

TRIBUNJATENG.COM - Salah seorang Pengamen bernama Fikri Pribadi menuntut ganti rugi ke Polda Metro Jaya dan Kejaksaan DKI.

Ia mengaku mengalami penyiksaan oleh oknum penyidik Polda Metro Jaya.

Penyiksaan itu dia terima beserta empat orang Pengamen lainya karena dipaksa mengaku melakukan pembunuhan di kolom jembatan, samping kali Cipulir, Jakarta Selatan, 2013 silam.

Awlanya Fikri Pribadi (17), Fatahillah (12), Ucok (13) dan Pau (16) menemukan sesosok mayat di bawah kolong jembatan pada malam hari.

Dia mengaku tidak mengenali sosok mayat tersebut. Sontak dia langsung melapor pihak sekuriti setempat terkait temuan itu.

Pihak sekuriti lantas melapor ke pihak polisi. 

Saat polisi datang ke lokasi, Fikri Pribadi dan ketiga temannya sempat diminta menjadi saksi untuk proses penyidikan.

"Polisinya bilangnya 'tolong ya Abang jadi saksi ya'. 'iya nggak papa saya mau' saya jawab begitu.

Tahunya pas sudah di Polda malah kita yang diteken," kata dia saat ditemui di Pengandilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

Ketika sudah berada di Polda Metro Jaya, dia bukan hanya diperiksa melainkan disiksa oleh para oknum polisi.

Halaman
123
Editor: muslimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved