Komplotan Pengoplos Gas Bersubsidi, Mereka Belajar Oplos Elpiji dari Youtube

Polisi menangkap delapan orang dalam kasus tersebut, terdiri atas seorang pemilik agen gas dan tujuh pegawai. Pemilik agen bernama Dimas Kurnia Wicaks

Komplotan Pengoplos Gas Bersubsidi, Mereka Belajar Oplos Elpiji dari Youtube
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menunjukkan barang bukti pengoplosan gas bersubsidi ke nonsubsidi, Rabu (17/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Polresta Solo mengungkap kasus penyalahgunaan gas bersubsidi di Kecamatan Jebres, Kota Solo, Rabu (17/7). Penyalahgunaan berupa pengoplosan tabung elpiji ukuran tiga kilogram subsidi warga miskin, ke tabung biru ukuran 12 kilogram nonsubsidi.

Polisi menangkap delapan orang dalam kasus tersebut, terdiri atas seorang pemilik agen gas dan tujuh pegawai. Pemilik agen bernama Dimas Kurnia Wicaksono, warga Kelurahan Jagalan, Kecamatan Jebres, Kota Solo.

"(Para pelaku) Kami tangkap, Senin (15/7). Ada ratusan tabung gas melon yang sudah kami sita. Tabung itu masih berisi gas, yang rencananya akan dipindahkan pelaku ke tabung biru," ujar Kapolresta Solo, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, saat konferensi pers di Mapolresta setempat.

Ribut menjelaskan, pelaku sudah tiga bulan melakukan praktik tersebut. Para tersangka melanggar Undang-Undang nomor 2 pasal 53 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dan Undang-undang nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

"Sementara masih kami kembangkan ke arah tersangka yang lain, mengingat perbuatan ini merugikan negara dan masyarakat, dan menyebabkan kelangkaan gas elpiji bersubsidi di Kota Solo," beber Ribut.

Dia mengatakan, gas nonsubsidi hasil oplosan itu dijual di depo pengisian gas dan pengecer.

Belajar mengoplos

Sementara itu, salah seorang tersangka, Dimas Kurnia Wicaksono mengaku, belajar teknik pengoplosan gas bersubsidi ke nonsubsidi melalui situs berbagi video, Youtube. "Ya, cari-cari saja. Memang sudah ada niatan (untuk mengoplos elpiji--Red) itu. Supaya untung aja," kata Dimas sembari menundukkan kepala.

Dalam sehari, Dimas berujar, bisa mengoplos 200 tabung gas bersubsidi. Caranya, empat tabung gas melon diisikan ke tabung kosong ukuran 12 kilogram. "Jualnya Rp 105 ribu (per tabung biru--Red). Masih untung Rp 25 ribu per tabung yang nonsubsidi," tambahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan 200 tabung gas bersubsidi, Dimas mengerahkan tujuh pegawainya untuk membeli di pengecer. Pembelian dilakukan secara menyebar di wilayah Solo Raya. (dna)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved