Kisah Penjual Bubur Tradisional dari Sumsum Hingga Ketan Hitam di Bergas Kabupaten Semarang

Di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, tepatnya di depan Toko Serba Ada (Toserba) Goori Karangjati terdapat penjual aneka bubur tradisional hangat.

Kisah Penjual Bubur Tradisional dari Sumsum Hingga Ketan Hitam di Bergas Kabupaten Semarang
CATUR GUNA YUYUN ANG
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Jajanan semacam bubur candil, bubur kacang hijau, bubur sumsum, bubur ketan hitam, bubur mutiara, bubur ketela, hingga bubur sagu pandan sudah mulai jarang ditemui.

Meskipun beragam jajanan kekinian semakin menjamur, jajanan tradisional berupa bubur ini masih tetap diminati beragam usia dan kalangan.

Namun, tak perlu khawatir bila tiba-tiba muncul keinginan untuk menikmati jajanan ini.

Pasalnya, di Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, tepatnya di depan Toko Serba Ada (Toserba) Goori Karangjati terdapat penjual aneka bubur tradisional hangat.

Bukan Makanan, Sedekah Bumi di Desa Dukun Kabupaten Demak Sebar Uang ke Masyarakat

Emiyati (34), pedagang bubur tradisional tersebut mengatakan ia baru berjualan pukul 16.00.

Pilihan bubur tradional tersebut dibanderol dengan harga Rp 5.000 per porsi dalam kemasan gelas plastik.

Semua bubur yang disajikan dalam keadaan hangat, bahkan cenderung masih panas.

"Bisa sendiri-sendiri (dalam satu porsi), bisa campur lebih dari satu jenis bubur," ujarnya pada Tribun Jateng, Kamis (18/7/2019) sore.

Emi menjamin bubur buatannya menggunakan gula pasir dan gula jawa asli sehingga aman dinikmati semua usia.

Yang menarik, bubur kacang hijau emi bukan seperti bubur kacang hijau khas Madura maupun Mamang Burjo, tapi dari kacang hijau kupas yang dihaluskan kemudian dimasak dengan air gula dan pandan.

Nur Mawadah (23), karyawan pabrik mengatakan hampir setiap Senin dan Kamis membeli bubur tradisional milik Mba Emi.

Kue Tradisional Ini Disebut Prol Tape, Ternyata Karena Hal Ini

Ia membeli bubur tersebut sebagai pilihan menu berbuka puasanya.

Hal tersebut ia lakoni setahun terakhir sejak ia bekerja dan tinggal di daerah Pringapus.

"Setiap Senin dan Kamis saya beli bubur untuk buka puasa," ujarnya.

Tertarik untuk membeli? Gerobak bubur tradisional Mba Emiyati berada di seberang Toserba Goori, Jalan Raya Pringapus-Karangjati, buka setiap hari mulai pukul 16.00. Selain menjajakan bubur tradisional, Mba Emi juga menjajakan minuman ringan. (arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved