Polisi Perlihatkan Tumpukan Uang, Barang Bukti Aksi Penggelapan Uang Mitra PT KAS

Kapolres Klaten AKBP Aries Andi memperlihatkan barang bukti penggelapan uang oleh PT Krisnha Alam Sejahtera (KAS), atas nama Al Farizi (42).

Polisi Perlihatkan Tumpukan Uang, Barang Bukti Aksi Penggelapan Uang Mitra PT KAS
ISTIMEWA
Kapolres Klaten AKBP Aries Andi memperlihatkan lima kantung plastik berisi uang Rp 3,38 miliar di Mapolres setempat, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Kapolres Klaten AKBP Aries Andi memperlihatkan barang bukti penggelapan uang oleh PT Krisnha Alam Sejahtera (KAS), atas nama Al Farizi (42).

Barang bukti berupa uang tunai Rp 3,38 miliar, beberapa buku tabungan dari BCA, BNI, dan Bank Mandiri, lalu sertifikat deposito palsu Rp 65 miliar hingga tiga lembar STNK, serta keping SIM dan KTP.

Uang tunai itu terdiri pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Dikemas dalam 5 kantung plastik besar.

Tiga kantung berisi masing-masing Rp 1 miliar dan dua kantung lainnya Rp 338 juta.

"Pelaku kami tangkap pada Selasa (16/7/2019) malam. Penangkapan di sebuah SPBU Bogor," ujar AKBP Aries saat konferensi pers di Mapolresta Klaten, Kamis (18/7/2019).

Aries mengatakan, anggota Reskrim sudah mengintai pergerakan pelaku sejak Minggu (14/7/2019) lalu.

Saat penangkapan, kata dia, Al Farizi sudah pasrah.

Selanjutnya, polisi membawa pelaku kembali ke Klaten pada Rabu (17/7/2019) siang.

"Kemudian kami lakukan pemeriksaan mendalam. Korban penggelapan sekitar 1.800 orang. Total kerugian sekitar Rp 17 miliar. Itu belum angka pasti ya, karena itulah kami masih mengembangkan penyidikan untuk kepastiannya," jelas AKBP Aries.

Mantan Kapolres Boyolali itu membeberkan pelaku pernah terjerat kasus serupa di Kota Yogyakarta, pada 2017.

Al Farizi mengaku tidak ada niatan menipu mitra kerja PT KAS.

Semua imbalan yang sempat diberikan adalah hasil pemutaran uang pendaftaran yang dibayarkan mitra kerja.

"Jadi uangnya cuma muter karena belum dapat izin edar. Saya sudah buat akta notaris juga, tinggal menunggu izin edar," bebernya.

Sebagai informasi, PT KAS merupakan perusahaan pengeringan bahan jamu di Desa Kajen, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved