Jika Test IVA Positif, BPJS Kesehatan Menjamin Krioterapi Penderita Kanker Serviks

BPJS Kesehatan membiayai pengobatan bagi anggotanya yang positif mengidap kanker serviks atau kanker leher rahim.

Jika Test IVA Positif, BPJS Kesehatan Menjamin Krioterapi Penderita Kanker Serviks
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Pasien sedang diperiksa oleh dokter di Puskesmas Halmahera Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan kanker yang banyak diderita wanita.

Tetapi sebenarnya kanker ini bisa dicegah, terutama jika kanker ditemukan dalam kondisi lesi prakanker.

Maka, bagi perempuan yang telah aktif melakukan hubungan seksual perlu adanya perhatian khusus untuk rutin melakukan pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA), atau Papsmear untuk mengenali gejala kanker leher rahim.

Dalam program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pemeriksaan IVA/Papsmear termasuk dalam pelayanan penapisan atau Skrinning Kesehatan tertentu yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), laboratorium jejaring FKTP, atau laboratorium yang bekerjasama.

Ojek ASI Puskesmas Kebakkramat I Karanganyar Raih Penghargaan Top 99 Kemenpan RB

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Asri Wulandari menjelaskan, alur pelayanan IVA/papsmear peserta JKN-KIS bisa datang di FKTP terdaftar, dokter akan melakukan pemeriksaan dan juga menilai faktor risiko peserta.

Jika peserta memiliki indikasi medis dan faktor risiko, maka dokter FKTP akan memberi surat pengantar skrinning kepada peserta untuk melakukan IVA atau Papsmear.

"Untuk pemeriksaan IVA hanya bisa dilakukan di FKTP yang memiliki dokter atau bidan yang telah memiliki sertifikasi kompetensi pemeriksaan IVA. Sedangkan papsmear bisa dilakukan dengan Laboratorium yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” jelas Asri Wulandari, dalam siaran pers, Jumat (19/7/2019).

Pemeriksaan IVA/Papsmear yang dijamin oleh BPJS Kesehatan ada beberapa ketentuan, pertama, dilakukan dengan frekuensi satu kali setahun dengan sebelumnya mengisi surat pernyataan belum skrinning di FKTP/laboratorium tempat melaksanakan IVA/Papsmear.

Kedua, Jika hasil pemeriksaan IVA/Papsmear negatif maka pemeriksaan IVA/Papsmear dapat dilakukan pada 3 tahun berikutnya.

Ketiga, Jika hasil IVA/Papsmear positif, maka pemeriksaan IVA/Papsmear selanjutnya dapat dilakukan pada tahun berikutnya, dan peserta akan diberikan surat rujukan untuk memperoleh pelayanan krioterapi di FKTP yang berkompeten.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved