Pacarnya Curhat Kena Guna-guna, Pemuda di Sragen Pukuli Pengusaha Ayam

Iqfan ditangkap karena telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap orang dimuka umum secara bersama-sama

Pacarnya Curhat Kena Guna-guna, Pemuda di Sragen Pukuli Pengusaha Ayam
Tribunjateng.com/Mahfira Putri Maulani
Dua tersangka pemukulan pengusaha ayam di Dukuh Bendorejo, RT 17, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Mohamad Iqfan Munajib (18) warga Dukuh Bonagung, RT 25, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen ditangkap tim Polres Sragen di Jalan Raya Solo-Purwodadi, Selasa 16 Juli 2019 lalu.

Iqfan ditangkap karena telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap orang dimuka umum secara bersama-sama.

Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengatakan kejadian pada Senin 15 Juli 2019 dini hari.

Tersangka yang kini tinggal di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan ini memukuli korban bersama temannya Muhammad Ali Musthopa (19) warga Dukuh Candi RT 05, Desa Bonagung, Kecamatan Tanon.

Korban bernama Pastoni, (27) Dukuh Jatirejo, RT 09, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan.

"Awalnya, pelaku bersama rekannya membangunkan korban yg sedang tidur di dalam kandang ayam (kamar panggung) miliknya bertempat di Dukuh Bendorejo, RT 17, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan," terang AKP Harno, Jumat (19/7/2019).

Sang korban tidak mengenali kedua orang tersebut, namun salah satu tersangka (Iqfan) mengaku sebagai pacar dari Reni Nur Indiyah perempuan yang tengah didekati korban.

Dengan kasar Iqfan dibantu temannya langsung menyeret korban keluar kandang dan memukuli serta menendang tubuh korban secara bersama-sama.

"Akibat pukulan tersebut, korban mengalami lebam pada bagian mata sebelah kiri bawah, luka dibagian kaki sebelah kanan, dan mengalami sesak nafas," lanjut Harno.

Selanjutnya oleh rekannya korban dibawa ke klinik Wahyu Arga Medika Mondokan untuk mendapatkan perawatan medis dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mondokan.

Menurut pengakuan tersangka Iqfan, dirinya dicurhati sang pacar bahwa sang pacar telah di guna-guna oleh korban.

"Pacar saya juga cerita sambil nangis-nangis kalo dia sempat dinodai oleh Pastoni beberapa kali, sebagai seorang pacar ya saya tidak tinggal diam," terang Iqfan.

Atas perilaku Iqfan dan rekannya Musthopa, kedua melanggar primer pasal 170 ayat 2 ke-(1) sub pasal 170 ayat 1 KUHP dengan hukuman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan. (uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved