Penderita Kanker di Jawa Tengah Capai Estimasi 68.630 Jiwa, Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak

Angka prevalensi penyakit kanker di Jawa Tengah saat ini mencapai estimasi sekitar 68.638 jiwa.

Penderita Kanker di Jawa Tengah Capai Estimasi 68.630 Jiwa, Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Foto: dr. Budi Setiawan, SpPD KHOM, Divisi Hematologi Onkologi Ilmu Penyakit Dalam RSUP Dr Kariadi Semarang dan Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Tatik Murhayati M.Kes saat on air di Radio RRI, Kamis (18/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka prevalensi penyakit kanker di Jawa Tengah saat ini mencapai estimasi sekitar 68.638 jiwa.

Kabid P2P Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Tatik Murhayati M.Kes menyampaikan, angka prevalensi di Jawa Tengah tersebut termasuk menduduki angka tertinggi, yakni setelah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Data tahun 2013, DIY memiliki prevalensi sekitar 4,1% penduduk, Jateng sekitar 2,1% penduduk, kemudian Jatim 1,6% penduduk.

Kalau secara prevalensi memang Jateng lebih tinggi dari Jatim dan lebih rendah dari DIY," jelas dr. Tatik saat menjadi narasumber dalam on air Radio RRI bertema "Pengendalian Penyakit Kanker di Jateng", Kamis (18/7/2019).

Dari temuan tersebut, lanjutnya, kasus kanker pada perempuan yakni kanker payudara dan kanker serviks.

Sedangkan pada laki-laki, terbanyak adalah kanker paru-paru.

"(Temuan) tidak beda jauh antara Jateng dan Provinsi lain. Untuk perempuan, kasus terbanyak adalah kanker payudara. Kedua, kanker serviks," paparnya.

Lanjutnya, sejak tahun 2013 hingga 2018, penderita kanker di Jawa Tengah mengalami peningkatan.

Paparnya, Dinkes Jateng juga telah melakukan upaya pengendalian penyakit tidak menular tersebut.

Di antaranya melalui program-program yang tidak hanya bersifat mengobati, tetapi juga pencegahan penyakit melalui pola hidup sehat.

Program tersebut di antaranya adalah Sadari dan Sadanis.

"Kami punya program sadari, yang dilakukan masyarakat sendiri. Kami juga punya program oleh tenaga Kesehatan, namanya Sadanis (pemeriksaan payudara oleh tenaga medis)," jelasnya.

dr Tatik menjelaskan, program Sadanis tersebut telah dilakukan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Program ini dilakukan bertujuan untuk melakukan screening atau deteksi dini pada pasien yang dilakukan oleh dokter/bidan yg sudah terlatih. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved