Tahun Ajaran Baru Tingkat SMPN di Karanganyar, 660 Kuota Peserta Didik Belum Terpenuhi

Tahun ajaran 2019/2020 tingkat SMPN di Kabupaten Karanganyar, ada sebanyak 660 kuota peserta didik belum terpenuhi

Tahun Ajaran Baru Tingkat SMPN di Karanganyar, 660 Kuota Peserta Didik Belum Terpenuhi
Tribunjateng.com/Agus Iswadi
Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Agus Haryanto. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tahun ajaran 2019/2020 tingkat SMPN di Kabupaten Karanganyar, ada sebanyak 660 kuota peserta didik belum terpenuhi.

Diberitakan Tribunjateng.com sebelumnya, hingga batas akhir pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP tahun ajaran 2019/2020 pada Kamis (4/7/2019) lalu, dari 51 SMPN yang ada di Kabupaten Karanganyar, ada sebanyak 1.074 kuota peserta didik dari 29 sekolahan yang belum terpenuhi kuotanya.

Menindaklanjuti kekurangan kuota peserta didik tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar memberikan kesempatan kepada sekolah yang belum dapat memenuhi kuota peserta didik untuk membuka pendafataran secara offline hingga H-1 masuk sekolah.

"Apabila PPBD pertama, pendaftaran secara online. Pendaftaran kedua dilakukan secara offline. Itu untuk memenuhi kuota peserta didik. Diutamakan warga Karanganyar," Kata Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Agus Haryanto kepada Tribunjateng.com, Jumat (19/7/2019).

Sementara itu memasuki (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolahan) pada Senin (15/7/2019) hingga Rabu (17/7/2019) lalu, Tim dari Disdikbud Karanganyar melakukan monitoring pelaksanaan MPLS sekaligus merekap data jumlah peserta didik tingkat SMP tahun ajaran 2019/2020.

Agus menyampaikan, hingga batas akhir pendaftaran peserta didik secara offline hingga H-1 masuk sekolah, ada sebanyak 414 tambahan pendaftar peserta didik.

"Dari 1.074 kekurangan peserta didik, dilanjutkan pendaftaran kedua secara offline. Kekurangannya 660 peserta didik, itu dari 16 sekolahan," terangnya.

Dia menjelaskan, kekurangan peserta didik itu kebanyakan berada di sekolahan pinggiran dan itu terjadi setiap tahunnya.

Dari data Disdikbud Karanganyar, beberapa sekolahan yang kekurangan peserta didik di antaranya SMPN 3 Jumantono.

Dari daya tampung sejumlah 128 peserta didik, sekolahan itu menerima 38 peserta didik.

Sedangkan SMPN 2 Jumapolo, dari daya tampung sejumlah 192, sekolaham tersebut menerima 97 peserta didik.

"Di Karanganyar Kota, SMPN 3 Karanganyar dan SMPN 2 Tasikmadu tahun lalu tidak kekurangan. Tahun ini kekurangan. Itu karena saat waktu daftar ulang, mereka tidak daftar ulang," ungkapnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved