Jangan Salah Memaknai Kabar Viral Potensi Tsunami di Pantai Selatan Jawa

Banyak masyarakat yang resah mendengar informasi viral potensi tsunami Pantai Selatan Jawa.

Jangan Salah Memaknai Kabar Viral Potensi Tsunami di Pantai Selatan Jawa
YOUTUBE
Ilustrasi potensi tsunami di Pantai Selatan Jawa 

TRIBUNJATENG.COM - Banyak masyarakat yang resah mendengar informasi viral potensi tsunami Pantai Selatan Jawa.

Tak sedikit yang mempertanyakan apakah informasi tersebut hoaks atau fakta?

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menjawabnya, Sabtu (20/7/2019).

Berdasarkan catatan bahwa tsunami selatan Jawa juga pernah terjadi pada tahun 1840, 1859, 1921, 1994, dan 2006, Daryono berkata bahwa informasi potensi tsunami di pantai selatan Jawa benar adanya.

"Ini bukti bahwa informasi potensi bahaya gempa yang disampaikan para ahli adalah benar bukanlah berita bohong," ujarnya.

Namun, yang perlu diperhatikan di sini adalah penggunaan kata 'potensi'.

Pasalnya, potensi tidak sama dengan prediksi (prediction) dan prakiraan (forecast).

Hal ini diungkapkan oleh Eko Yulianto, pelacak jejak tsunami purba dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), kepada Kompas.com via telepon, Sabtu (20/7/2019).

Forecast hanya memperkirakan, sehingga bisa lebih lama atau lebih cepat dari perkiraan.

Contoh perkiraan adalah bila data-data sebelumnya menunjukkan bahwa sebuah gempa berulang 400-600 tahun sekali, seorang ahli bisa memperkirakan bahwa gempa berikutnya mungkin akan terjadi dalam waktu 400 tahun plus minus 50 tahun.

Halaman
123
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved