Kini Giliran Prabowo Undang Jokowi, Libatkan Megawati, Airlangga, dan Cak Imin

Dalam pertemuan kedua tersebut undangan akan disampaikan oleh Prabowo Subianto dan melibatkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Kini Giliran Prabowo Undang Jokowi, Libatkan Megawati, Airlangga, dan Cak Imin
Instagram Presiden Jokowi
Jokowi dan Prabowo bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus Jakarta Selatan 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto akan berlanjut. Dalam pertemuan kedua tersebut undangan akan disampaikan oleh Prabowo Subianto dan melibatkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Rencananya pertemuan kedua dilakukan sebelum pidato Presiden Jokowi di depan anggota MPR dan DPR pada 16 Agustus mendatang. Pertemuan pertama berlangsung pada 13 Juli 2019 lalu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta.

"Dalam pertemuan balasan ini undangan akan disampaikan Pak Prabowo," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, Jumat (19/7). Agenda pertemuan yaitu membahas persoalan bangsa dan dukungan Gerindra terhadap visi-misi pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

"Pertemuan juga sangat mungkin diperluas dengan mengundang Ibu Megawati, Ketua Umum Partai Golkar (Airlangga Hartarto), dan Ketua Umum (Muhaimin Iskandar alias Cak Imin)," katanya Arief.

Pada Jumat Dewan Pembina Gerindra menggelar rapat di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Keputusan rapat tersebut di antaranya mempercayakan kepada Prabowo untuk mengambil langkah strategis, termasuk arah koalisi.

"Seluruh Dewan Pembina memberi kepercayaan sepenuhnya kepada Ketua Dewan Pembina (Prabowo) untuk mengambil langkah-langkah strategis dan mengambil keputusan-keputusan partai," ujar Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Hambalang, Jumat.

Saat ini, menurut Muzani, Prabowo sedang melakukan sejumlah komunikasi, pembicaraan dengan berbagai pihak, dan menerima sejumlah aspirasi dari pendukung serta relawan. Intinya, kata Muzani, Partai Gerindra tengah menguatkan soliditas di internal partai.

Apakah Gerindra akan tetap menjadi oposisi atau berkoalisi dengan pemerintah, semua diserahkan kepada Prabowo.

"Soal hubungan kami dengan pemerintahan tak dibahas secara panjang lebar, tapi itu bagian dari pembahasan. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Pak Prabowo," katanya.

Rapat digelar secara tertutup, dihadiri 65 orang dari 70 anggota Dewan Pembina. Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dalam pertemuan itu tidak ada pembahasan mengenai usulan agar Ketua MPR diberikan kepada Gerindra.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved