Merasa Tak Nyaman, Profesor Hukum yang Viral Marahi Polisi soal Rambu Jalan Tulis Surat Terbuka

Profesor hukum Sadjijono yang viral berdebat dengan anggota polisi di Surabaya, Jawa Timur, membuat surat terbuka, Jumat (19/7/2019)

Merasa Tak Nyaman, Profesor Hukum yang Viral Marahi Polisi soal Rambu Jalan Tulis Surat Terbuka
Twitter/Aira Afni Amalia
Seorang pria yang mengaku profesor mendebat Polantas yang akan menilangnya 

Dicecar pertanyaan, anggota polisi tersebut tak banyak menjawab.

Ia hanya sesekali berucap bahwa tanda u-turn tersebut untuk pengendara motor dan bukan untuk mobil.

“Ya roda 2,” singkat anggota polisi itu.

"Saya tanya sekarang apa, itu kamu tangkap, saya kamu tangkap, apa ini artinya ini (tanda lalu lintas U-turn)," kata pria paruh baya itu lagi.

"Saya profesor hukum saya ini, ini yang roda 4 tidak boleh putar yang mana," tambahnya.

"Renungkan, kalau Anda pendidikan. Temanmu sudah enggak berani ke sini karena tak datangi, kamu ini malah datang sendiri."

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian Polda Jawa Timur memberikan penjelasan.

Dikutip dari Surya.co.id, video viral tersebut diketahui terjadi di persimpangan Jalan Raya Jemursari, Wonocolo, Surabaya Jawa Timur.

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Eva Guna, membenarkan bahwa insiden tersebut memang melibatkan anggotanya.

Anggota polisi tersebut diketahui bernama Aiptu Muhtasor dan sedang bertugas mengamankan persimpangan Jalan Raya Jemursari.

Saat itu, tiba-tiba ada mobil datang dari arah barat menuju timur.

Pengendaranya adalah Sadjijono bersama dengan asistennya yakni Abdul Halim.

Saat itu, mobil yang dikendarai Sadjijono diketahui berbelok ke U-turn di persimpangan yang ada di lokasi.

Hal itu membuat petugas harus memberhentikan perjalanan pengendara.

"Memberhentikan ini bukan bermaksud untuk menindak ataupun mau menilang," kata AKBP Eva Guna, Kamis (18/7/2019).

"Tapi mau memberikan pemahaman ataupun imbauan kepada Profesor tersebut agar lain kali tidak memutar balik di u-turn tersebut," lanjutnya.

Dijelaskan oleh AKBP Eva Guna, jalur tersebut terbilang berbahaya jika digunakan untuak berputar roda 4.

"Lajur paling kanan dari arah timur ke barat memang berhenti, tetapi dua lajur seperti lajur tengah dan lajur paling kiri itu tetap berjalan."

"Jadi dia kalau mau putar balik di situ dari arah yang berlawanan juga ada dua lajur kendaraan yang berjalan," jelas AKBP Eva Guna.

Lantaran kerap terjadi kecelakaan di wilayah itu, Aiptu Muhtasor berniat untuk memberikan imbauan pada pengendara agar tak berbelok.

"Maka dari itu Aiptu Muhtasor memberhentikan rencananya ingin mengimbau kepada profesor tersebut," tandasnya.

Ia juga menjelaskan, tanda U-turn yang menyebabkan penafsiran ganda sudah diperbaiki.

"Memang rambu awalnya adalah rambu himbauan tapi sudah kami pertegas lagi dan sudah kami ubah untuk u-turn yang ada di sana dikhususkan hanya untuk roda dua saja," ucap AKBP Eva Guna.

"Karena memang rawan terjadi kecelakaan dan sudah dibenahi oleh rekan-rekan Dishub Kota Surabaya," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Surat Terbuka Profesor Hukum yang Viral Marahi Polisi soal Rambu Jalan, Minta Tak Lagi Diviralkan

Editor: muslimah
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved