Dorong Pertumbuhan UKM, OJK Beri Gerobak Angkringan 10 Pedagang di Kota Lama

Gowes Bareng OJK Jateng penyerahan bantuan kepada pedagang di area Kota Lama berupa Gerobak Angkringan.

Dorong Pertumbuhan UKM, OJK Beri Gerobak Angkringan 10 Pedagang di Kota Lama
Tribun Jateng/Desta
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, saat memberikan bantuan gerobak angkringan secara simbolis kepada 10 pedagang di area Kota Lama Semarang, Minggu (21/7/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan dengan Industri Jasa Keuangan Jawa Tengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selenggarakan kegiatan Gowes Bareng.

Adapun pada kegiatan tersebut, juga dilakukan penyerahan bantuan kepada pedagang di area Kota Lama berupa Gerobak Angkringan.

Dijelaskan, kegiatan pemberian bantuan gerobak angkringan kepada 10 pedagang di area Kota Lama Semarang, menurut Kepala OJK Jateng DIY, Aman Santosa, sebagai bentuk perhatian dan dukungan OJK kepada pelaku UKM.

"Kami memberikan bantuan kepada 10 pedagang, kalau dilihat secara nominal mungkin memang tidak seberapa. Tapi jangan dilihat disitunya, melainkan itu merupakan simbol untuk memancing kita semua memperhatikan Usaha Kecil dan Menengah," ujar Aman Santosa, pada Tribunjateng.com, Minggu (21/7/2019).

Sementara itu, kegiatan Gowes Bareng pada pagi ini diikuti oleh industri pebankan, jasa keuangan lainnya, Pemprov, dan pengusaha-pengusaha.

Tujuan kegiatan ini, untuk berbagi informasi mengenai kondisi Jateng, supaya pelaku industri tahu apa agenda utama OJK dan apa agenda utama Pemprov sehingga bisa bersinergi.

Mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang berlari di depan. Oleh karena itu pertemuan semacam ini sangat penting, semua saling bertemu dan bersinergi untuk membangun Jawa Tengah.

Adapun setengah tahun ini, pertumbuhan kinerja industri jasa keuangan, pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan sektor jasa keuangan cukup bagus, walaupun sedikit di bawah Nasional untuk pertumbuhan kredit nya.

"Secara umum evaluasi perbankan di Jateng cukup bagus, tapi kalau pertumbuhan kredit dan aset memang masih perlu digenjot lagi. Adapun kredit di Jateng pertumbuhannya sekitar hampir 9% sedikit di bawah pertumbuhan Nasional. Hal tersebut menjadi perhatian kita semuanya dan optimis masih bisa bertumbuh," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved