‎Sendratari Festival Sindoro Sumbing Sedot Ribuan Pengunjung

‎Pementasan Sendratari Mapageh Sang Watu Kelumpang, yang merupakan bagian dari Festival Sindoro Sumbing (FSS)

‎Sendratari Festival Sindoro Sumbing Sedot Ribuan Pengunjung
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Pementasan Jaran Kepang dalam rangkaian Sendratari Sindoro - Sumbing, di Lapangan Kledung, Temanggung, Sabtu (20/7) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Pementasan Sendratari Mapageh Sang Watu Kelumpang, yang merupakan bagian dari Festival Sindoro Sumbing (FSS), di Lapangan Kecamatan Kledung, Sabtu (20/7) malam, menyedot antusiasme ribuan penonton.

Gawe yang merupakan platform dari Indonesiana ini merupakan kolaborasi antara dua Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung dan Wonosobo.

Hawa dingin dan berkabut tak menyurutkan animo masyarakat dari berbagai daerah, ‎untuk mendatangi perbatasan antara dua kabupaten, yang terletak di antara dua gunung Sindoro dan Sumbing, itu.

Rangkaian pementasan diawali oleh Tari Topeng Lengger Sontoloyo, yang merupakan diproduksi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Wonosobo.

Kemudian dilanjutkan kesenian Jarang Kepang berjudul 'Kuda Rinengga' dari Kabupaten Temanggung.

Tari ini merupakan kreasi atraktif, tanpa meninggalkan spirit dan tradisi yang telah diwariskan secara turun temurun di tengah-tengah masyarakat Temanggung.

Di samping itu, ada pula pementasan teater yang berisi pesan-pesan untuk menjaga ‎kelestarian lingkungan di sekitaran Gunung Sindoro-Sumbing.

Pun, pembacaan deklarasi dari perwakilan dua daerah dengan inti pesan serupa: pelestarian kebudayaan dan lingkungan.

‎Seorang penonton, Tikantara Henny Setiyana, mengaku senang dengan pementasan sendratari tersebut.

Halaman
1234
Penulis: yayan isro roziki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved