Wali Kota Hendi Akhirnya Resmi Lantik Direksi PDAM Tirta Moedal Semarang

Setelah melalui proses yang panjang, Selasa (1/7) lalu, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi resmi melantik Yudi Indarto selaku Direktur Utama (Dirut)

Wali Kota Hendi Akhirnya Resmi Lantik Direksi PDAM Tirta Moedal Semarang
ISTIMEWA
Wali Kota Hendi Akhirnya Resmi Lantik Direksi PDAM Tirta Moedal Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah melalui proses yang panjang, Selasa (1/7) lalu, Wali kota Semarang Hendrar Prihadi resmi melantik Yudi Indarto selaku Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Moedal dan Farchan Hilmie sebagai Direktur Umum (Dirum) PDAM Tirta Moedal.

Sementara untuk Direktur Teknis (Dirtek) masih dijabat oleh Penjabat Sementara(Pjs).

Prosesi pelantikan jajaran direksi PDAM definitif ini disaksikan oleh Kajari, Wakil Wali kota dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah kota Semarang serta jajaran di lingkungan PDAM Tirta Moedal kota Semarang.

Dengan dilantiknya Yudi dan Farhan, kekosongan direksi sejak paska purna tugas direksi lama pada akhir 2017 lalu resmi berakhir.

"Sejak awal 2018 lalu, kita buat Pansel (panitia seleksi) dengan sejumlah tahapan yang diikuti oleh banyak calon. Selanjutnya, tiga minggu lalu, kita mendapat rekomendasi dari kawan-kawan DPRD sehingga kemudian langsung kita lantik direktur utama dan direktur umum definitif PDAM Tirta Moedal pada hari ini,” terang Hendi sapaan akrab wali kota.

Kepada direksi yang baru dilantik, dua pesan utama disampaikan Hendi yakni terkait kepuasan pelanggan dan peningkatan deviden.

Hendi berharap ke depan, jajaran PDAM Tirta Moedal mampu menghadirkan senyum dan kepuasan pelanggan.

“Jangan ada lagi air mati, crat-crit ataupun keruh. Berikan pelayanan terbaik dan kalaupun ada perbaikan saluran tolong informasikan terlebih dahulu sekaligus disiapkan tangki air bersih guna menutup kebutuhan pelanggan. Insyaa Alloh dengan cara demikian, pelanggan akan mengerti,” papar Hendi.

Sementara terkait target deviden, Hendi berharap ke depan PDAM Tirta Moedal dapat menyumbang dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bisa digunakan untuk pembangunan Kota Semarang.

"Sejak empat tahun yang lalu, PDAM menyetor dividen kepada Pemerintah kota Semarang, mulai dari Rp 3 miliar, meningkat Rp 5 miliar, Rp 10 miliar, kemudian ditarget Rp 12 miliar tahun ini turun Rp 9 miliar. Maka, ini menjadi tugas direksi baru untuk meningkatkan lagi dividen yang bisa digunakan untuk pembangunan masyarakat dari tahun ke tahun," paparnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved