Begini Penampakan Logo Baru Gojek, Nadiem Makarim : Simbol Evolusi Platform Teknologi On-Demand
Gojek memperkokoh posisi sebagai platform teknologi terdepan di Asia Tenggara, kebanggaan anak bangsa melalui pergantian logo (rebranding)
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Gojek memperkokoh posisi sebagai platform teknologi terdepan di Asia Tenggara, kebanggaan anak bangsa melalui pergantian logo (rebranding) yang diumumkan hari ini di Jakarta.
Perubahan logo ini merupakan tonggak sejarah baru yang menandai evolusi Gojek dari layanan ride-hailing, menjadi sebuah ekosistem terintegrasi yang menggerakkan orang, barang, dan uang.
Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi mengatakan, pencapaian Gojek sejak aplikasi diluncurkan lima tahun lalu merupakan bukti kepercayaan mitra, konsumen, partner bisnis, dan investor, terhadap visi dan model bisnis yang dikembangkan.
Pihaknya tidak mungkin ada di sini tanpa dukungan jutaan mitra beserta keluarga mereka, sekaligus ratusan juta konsumen yang telah mempercayakan berbagai kebutuhan (transaksi) sehari-hari kepada layanan di platform Gojek.
“Pertumbuhan Gojek sangat pesat sejak aplikasi kami luncurkan. Dari Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses dalam platform kami melesat hingga 1.100% atau 12 kali lipat. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh peningkatan permintaan konsumen akan layanan terintegrasi dari Gojek,” tutur Kevin, dalam siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Senin (22/7/2019).
Di sisi aplikasi konsumen, yang awalnya hanya menyediakan tiga layanan, kini telah berevolusi menjadi 22 layanan on-demand untuk berbagai kebutuhan.
Bahkan, aplikasi Gojek juga menjadi platform sosial saat memperkenalkan fitur chat antar pengguna bulan April lalu.
Selain itu, konsumen Gojek dapat dengan mudah memberikan tip secara cashless melalui fitur tipping. Tercatat total tip yang diberikan melalui aplikasi Gojek hingga saat ini mencapai Rp 285 miliar.
Di sisi aplikasi mitra, teknologi Gojek juga berevolusi dari aplikasi mencari order menjadi aplikasi yang tidak hanya mempermudah mitra mendapat dan menjalankan order, tetapi juga membukakan akses pada berbagai produk finansial serta fitur keselamatan dan keamanan.
Sementara itu di sisi mitra merchant, platform Gojek telah berevolusi menjadi sebuah aset digital untuk ekspansi bisnis dan naik kelas.
“Teknologi yang kami tawarkan kepada merchant dari hulu ke hilir. Kami menawarkan kemudahan perluasan pasar melalui GoFood, kemudahan pembayaran, inventori, point of sale hingga kemudahan membuat promo sendiri,” jelasnya.
Founder dan CEO Gojek Grup, Nadiem Makarim mengungkapkan, Kehadiran logo baru ini diilhami oleh perjalanan Gojek yang telah berhasil menjadi platform teknologi terdepan di Asia Tenggara.
Logo baru ini melambangkan alasan utama hadirnya Gojek, yaitu memecahkan masalah melalui teknologi.
Logo ini mewakili semangat untuk selalu menawarkan cara pintar dalam mengatasi tantangan yang dihadapi para pengguna untuk hidup yang lebih mudah bagi konsumen, untuk akses pendapatan tambahan yang lebih luas bagi mitra, untuk peluang pertumbuhan bisnis yang pesat bagi para merchant, dan masih banyak lagi. Dengan Gojek #PastiAdaJalan, itu intinya.
“Kami bangga dengan para mitra Gojek yang mampu berkembang bersama kemajuan teknologi, sehingga mereka bisa diandalkan oleh semua lapisan masyarakat kapan pun, di mana pun. Mereka berperan aktif dalam menggerakan pertumbuhan ekonomi digital dengan membantu mempermudah hidup jutaan masyarakat setiap hari,” ungkap Nadiem.
Adapun dengan logo baru, Gojek akan terus berinovasi menghadirkan berbagai cara pintar mengatasi tantangan yang dihadapi, dan terus memberikan dampak sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat, sekaligus membangun posisi Indonesia sebagai hub teknologi di Asia Tenggara. (dta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/begini-penampakan-logo-baru-gojek.jpg)