BPBD Kabupaten Pekalongan Sebut Ada 11 Desa di 7 Kecamatan Rawan Kekeringan

Selanjutnya, Desa Galangpengampon dan Desa Legokgunung di Kecamatan Wonopringgo, serta Desa Sawangan di Kecamatan Doro

BPBD Kabupaten Pekalongan Sebut Ada 11 Desa di 7 Kecamatan Rawan Kekeringan
Shutterstock
Ilustrasi Kekeringan 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan sudah memetakan desa-desa rawan kekeringan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya krisis air bersih selama musim kemarau.

Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan, Budi Raharjo mengatakan ada 11 desa yang tersebar di tujuh kecamatan, di Kabupaten Pekalongan yang diperkirakan rawan kekeringan pada musim kemarau panjang tahun 2019.

"Untuk mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau, kita sudah melakukan pemetaan desa-desa yang rawan kekeringan. Ada sebelas desa di tujuh kecamatan yang rawan kekeringan," kata Budi kepada Tribunjateng.com saat ditemui di kantornya, Senin, (22/7/19).

Budi menjelaskan sebelas desa rawan kekeringan tersebut meliputi Desa Kesesi dan Ujungnegoro di Kecamatan Kesesi, Desa Luragung di Kecamatan Kandangserang.

Kemudian, Desa Pangkah, Kedungkebo, dan Desa Pegandon di Kecamatan Karangdadap.

Selanjutnya, Desa Galangpengampon dan Desa Legokgunung di Kecamatan Wonopringgo, serta Desa Sawangan di Kecamatan Doro.

"Upaya antisipasi yang dilakukan, kita sudah melakukan komunikasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pekalongan jika nanti ada masyarakat yang membutuhkan dropping air bersih akibat kekeringan. Untuk tenaga dan kendaraan sudah ada. Mudah-mudahan tidak ada yang mengalami kekeringan tapi antisipasi tetap kita lakukan," ungkapnya.

Budi menambahkan masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih bisa mengajukan permohonan bantuan dropping air ke BPBD.

"Biasanya jika ada masyarakat yang membutuhkan air langsung menghubungi kita. Kita tidak akan mempersulit. Jika ada masyarakat yang telepon atau membutuhkan air langsung kita kirim, nanti biasanya surat menyusul dari kades. Kita tidak akan ‘njlimet-njlimet’ terkait dengan itu," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved