Kepala BLU Trans Semarang Genjot Transaksi Non Tunai Antisipasi Kebocoran Pendapatan Tiket

Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLU UPTD) Trans Semarang terus menggenjot transaksi non tunai

Kepala BLU Trans Semarang Genjot Transaksi Non Tunai Antisipasi Kebocoran Pendapatan Tiket
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan melakukan pengecekan tiket kepada penumpang di Halte Balai Kota, Senin (22/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Layanan Umum Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLU UPTD) Trans Semarang terus menggenjot transaksi non tunai untuk mengantisipasi kebocoran pendapatan tiket BRT Trans Semarang.

Kepala BLU UPTD Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan mengatakan, transaksi non tunai dapat mempersempit ruang gerak petugas tiketing armada (PTA) untuk melakukan kecurangan terhadap pelayanan tiket BRT Trans Semarang.

Sebab, pembayaran melalui transaksi non tunai akan langsung masuk ke rekening pendapatan BRT Trans Semarang.

"Berbeda jika pengguna jasa melakukan transaksi tunai. Mereka bayar ke PTA, lalu PTA merekap dan laporan ke kasir. Kasir merekap, paginya disetorkan ke divisi keuangan, kemudian divisi keuangan menyetorkan ke bank," jelas Ade disela-sela peninjauan ke Halte Balai Kota, Senin (22/7/2019).

Ade pun ingin memotong rantai penyetoran pendapatan BRT Trans Semarang yang cukup panjang itu melalui pembayaran non tunai.

Dengan begitu, di samping mengantisipasi kebocoran pendapatan, melalui upaya ini secara otomatis kerja para petugas dan karyawan akan lebih mudah. Mereka tidak harus merekap pendapatan secara manual.

Pada September 2019 mendatang, 15 pool dan 9 halte transit, satu diantaranya Halte Balai Kota, rencananya hanya akan menggunakan transaksi non tunai.

Saat ini, pihak BLU tengah membicarakan rencana ini dengan berbagai vendor untuk dapat menyediakan pilihan transaksi non tunai yang bisa digunakan oleh masyarakat, seperti, BNI, BRI, OVO, Gopay, dan Link Aja.

"Target pendapatan dari transaksi non tunai tahun 2019 ini 10 persen dari total pendapatan. Hingga saat ini sudah tercapai 9,03 persen. Tahun depan kami targetkan 30 persen," ucapnya.

Dia merinci, pendapatan pendapatan BRT Trans Semarang hingga Juni 2019 sebesar Rp 14.398.867.577 dari target yang ditetapkan sebesar Rp 31.945.805.000.

Halaman
123
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved