Pelari Gunakan Dua Nomor Dada, Satunya Milik Sahabat, Meninggal Sebelum Ikuti Lomba Marathon

Saat tiba di garis finish kategori 9 KM Banyuwangi Ijen Green Run 2019, Nyoto menunjukkan dua nomor dada yaitu 8012 dan 8014.

Pelari Gunakan Dua Nomor Dada, Satunya Milik Sahabat, Meninggal Sebelum Ikuti Lomba Marathon
SURYA/HAORRAHMAN
Kisah Haru Pria Surabaya Bawa Nomor Dada Mendiang Sahabatnya Sambil Berlari Sejauh 9 KM. 

Keduanya bersama anggota komunitas lari Viva Run Surabaya telah mempersiapkan diri untuk mengikuti event ini.

Namun takdir berbicara lain, setelah keduanya melakukan perjalanan bisnis ke Melbourne, Australia sebulan sebelum penyelenggaraan.

"Saat akan pulang dari Melbourne, ia mengalami serangan jantung, dan wafat di sana," kenang Nyoto sembari memegang erat nomor dada kawannya tersebut.

Pria asal Surabaya ini sengaja membawa nomor dada teman karibnya itu sebagai penghormatan terakhir pada sang sahabat.

Ia dan Subianto telah berteman sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Kami terus berkawan. Beberapa tahun terakhir, bahkan kami memiliki hobi yang sama, yakni lari."

"Akhirnya, kami tergabung dalam komunitas lari Viva Run dan menjajal banyak event," kata Nyoto.

Meski sahabatnya sudah tiada, Nyoto bersama komunitas larinya tetap mengikuti kompetisi lari yang dihelat Pemkab Banyuwangi ini.

Bagi dia, itu adalah satu cara untuk mengenang persahabatan mereka yang telah terjalin puluhan tahun.

Dilansir Grid.ID, Banyuwangi Ijen Green Run kali ini memasuki tahun keempat.

Terdapat perlombaan lari tiga kelas, yakni marathon 42 KM, half marathon 22 KM, dan 9 KM.

Kompetisi lari ini diikuti oleh 560 pelari dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara. (*)

Artikel ini telah tayang sebelumnya di Grid.ID berjudul "Kisah Haru Pria Surabaya Bawa Nomor Dada Mendiang Sahabatnya Sambil Berlari Sejauh 9 KM"

Editor: deni setiawan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved