Sehari Warga Semarang Hasilkan 1.300 ton, 2 atau 3 Tahun Lagi TPA Jatibarang Penuh, Ini Solusinya

Sampah masih menjadi persoalan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Semarang ibukota provinsi Jawa Tengah.

Sehari Warga Semarang Hasilkan 1.300 ton, 2 atau 3 Tahun Lagi TPA Jatibarang Penuh, Ini Solusinya
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Instalasi mesin pengolahan sampah menjadi listrik sudah dipasang di TPA Jatibarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Sampah masih menjadi persoalan di kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Semarang ibukota provinsi Jawa Tengah.

Persoalan yang dihadapi antara lain pasokan sampah tiap hari terus bertambah, lahan TPA yang tersedia hampir penuh, pemanfaatan sampah diubah jadi energi listrik perlu investasi besar, dan yang tak kalah menyedihkan adalah kebiasaan buruk warga buang sampah sembarangan.

Untuk mengurai persoalan besar itu satu persatu, pemerintah sudah berupaya keras agar sampah bisa digunakan diolah menjadi tenaga listrik.

Sampah plastik dibakar menghasilkan panas untuk diolah pakai teknologi canggih menghasilkan energi listrik. Sedangkan sampah organik (mudah diurai) ditimbun/jadi kompos dan menghasilkan gas metana, selanjutnya dimanfaatkan menjadi energi listrik.

Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatibarang, timbunan sampah lama yang sudah melalui proses komposisasi telah menghasilkan gas metana.

Teknologi ini yakni menangkap gas metana dari sampah yang dibuang/ditimbun. Hasil tangkapan gas metana itu kemudian disalurkan untuk menggerakkan generator, kemudian menghasilkan energi listrik.

Proyek ini merupakan kerjasama antara Pemkot Semarang dengan kerajaan Denmark yang telah mengucurkan bantuan Rp 49 miliar.

"Teknologi yang sudah ada yakni kami menutup sampah yang lama dan sudah menumpuk dengan membran. Membran seluas 6 hektare itu berguna untuk menangkap gas metana yang dihasilkan sampah. Sudah menghasilkan listrik dan dijual ke PLN," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Sapto Adi.

Menurutnya, teknologi tersebut menggunakan sampah yang sudah menumpuk dalam waktu lama.

Persoalan yang sedang diupayakan penyelesaiannya adalah mengolah dan memanfaatkan sampah plastik dibakar kemudian bisa menghasilkan energi listrik.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved