Forum Guru Nur Rakhmat : Membangun Keluarga Impian

Bentuk ideal hasil dari proses pendidikan tidak hanya dari sekolah belaka. Namun, banyak stake holder terlibat dalam proses pembentukan wujud ideal pe

Forum Guru Nur Rakhmat : Membangun Keluarga Impian
Tribun Jateng
Nur Rakhmat, S.Pd. 

Oleh Nur Rakhmat,S.Pd.

Guru SDN Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang

Bentuk ideal hasil dari proses pendidikan tidak hanya dari sekolah belaka. Namun, banyak stake holder terlibat dalam proses pembentukan wujud ideal pendidikan. Dan dari berbagai stake holder tersebut, ada beberapa komponen yang bertanggung jawab berhasil atau tidaknya suatu proses pendidikan, di antaranya adalah keluarga.

Keluarga sebagaimana dikatakan dalam Undang Undang No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah termasuk jalur pendidikan informal. Dan ditekankan juga bahwa pendidikan informal tidak hanya keluarga, tetapai juga lingkungan sangat berperan penting dalam pembangunan bentuk ideal pendidikan yang saat ini masih menjadi impian semua orang.

Lalu bagaimana langkah yang dapat dilakukan guna membentuk dan membangun bentuk keluarga impian sebagai modal guna membentuk pendidikan yang ideal?

Keluarga (yang) Cemara

Ya, hemat kami, keluarga cemara adalah salah satu usaha yang efektif membangun keluarga impian, khususnya pendidikan terkait pola asuh anak demi tumbuh kembang anak menjadi generasi penerus yang ideal.

Perlu diketahui, istilah cemara di sini adalah akronim dari cinta, etika, moderat, aktif, religius, dan amanah yang inspirasinya penulis dapat dari karya novel berseri keluarga cemara karya Arswendo Atmowiloto. Dengan harapan, akronim cemara tersebut mampu membentuk suasana keluarga yang saling asah, asih, asuh dalam proses pendidikan keluarga sehingga keluarga impian yang saling mengerti dan meneladani bisa terbentuk.

CEMARA yang pertama adalah Cinta. Keluarga adalah tempat tumbuhnya cinta dan kasih sayang yang pertama dan utama. sMaka dari itu, teladan kasih sayang yang dilakukan orang tua dan anggota keluarga hendaknya mengandung nilai edukasi dan sikap positif demi berhasilnya pembangunan keluarga impian via pendidikan.

Yang kedua adalah Etika. Etika sebagaimana dikatakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sesuatu yang terkait dengan apa yang baik atau moral (Akhlak). Akhlak adalah modal utama bagi anak (siswa) guna menjadi generasi yang bermoral dan berkarakter. Namun, dalam pembentukan akhlak yang baik, juga dibutuhkan sikap yang baik pula, berupa keteladanan atau uswatun khasanah dari setiap anggota keluarga dan lingkungan.

Bentuk Cemara selanjutnya adalah Moderat atau suatu sikap yang tidak arogan dan selalu mengambil keputusan jalan tengah atau bisa dikatakan dengan bijaksana. Hemat kami sikap moderat ini sangat penting karena dengan sikap moderat yang ditanamkan di lingkungan keluarga, anak akan terbiasa saling menghormati, toleransi satu sama lain untuk saling bersosialisasi dan bersikap baik di lingkungan.

Cemara yang ketiga adalah aktif. Dan hemat kami maksud dari aktif di sini adalah keluarga haruslah aktif untuk saling mengingatkan dalam kebaikan. Keluarga juga hendaknya bisa saling aktif menguatkan satu sama lain. Sehingga dengan keaktifan positif yang bertumbuh dengan baik, keluarga sebagai pondasi utama pendidikan diharapkan bisa aktif mendidik anak menjadi generasi yang berkarakter dan bermoral.

Kemudian bentuk cemara selanjutnya adalah religius. Sikap ini sangat penting ditumbuhkan dan dibudayakan di lingkungan keluarga. Selain sebagai bentuk kodrat sebagai makhluk Tuhan, sikap religius adalah unsur utama dalam pendidikan dan pembentuk watak positif anak, serta menjadi kunci kesuksesan dalam pendidikan di lingkungan keluarga.

Dan bentuk cemara yang terakhir adalah amanah. Sikap amanah adalah bentuk konsisten untuk benar benar membentuk keluarga impian dengan membangun budaya positif dan berkarakter. Sikap ini penting karena mengandung unsur edukasi atau pendidikan berupa keteladanan langsung dari orang tua terhadap anak. Sehingga, jika orang tua dan lingkungan sudah membudayakan sikap amanah dengan baik, dalam kehidupan sosial anak juga terbiasa untuk bersikap amanah dan dapat dipercaya.

Maka dari itu, dibutuhkan konsistensi dan kesungguhan berbagai unsur, khususnya keluarga guna membangun keluarga impian. Dibutuhkan kerjasama dan dukungan berbagai pihak termasuk sekolah, masyarakat, dan pemerintah agar keluarga impian terbentuk dan bisa menjadi agen perubahan, serta agen pembentuk moral positif di era milenial ini tentu demi Indonesia yang lebih baik dan bermoral. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved