Kabupaten Kendal Disebut Dalam Rakor Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Tanggapan Apindo Jateng

Pemerintah pusat berencana membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di pulau Jawa tepatnya di Jawa Tengah atau Jawa Timur.

Kabupaten Kendal Disebut Dalam Rakor Kawasan Ekonomi Khusus, Ini Tanggapan Apindo Jateng
Tribun Jateng/Rafa F Pujangga
Pasca peresmian Kawasan Industri Kendal (KIK) beberapa waktu lalu, diprediksikan akan membuat properti 'booming' di Kabupaten Kendal. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah pusat berencana membuat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di pulau Jawa.

Provinsi yang di anggap potensial adalah Jateng atau Jatim.

Bahkan menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution sempat menyebut Kabupaten Kendal saat rapat koordinasi KEK, Senin (22/7/2019) malam lalu.

Menanggapi rencana itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mendukung dan berharap KEK segera terwujud di Jateng.

"Jika ada KEK rencana untuk meningkatkan ekspor dan menumbuhkan perekonomian akan semaki bisa dicapai," ucap Frans saat dikonfirmasi Tribun Jateng, Selasa (23/7/2019).

Pengusaha Properti di Semarang Ingin Ada Kredit Pemilikan Rumah dalam Jangka Waktu 30 Tahun

Hal itu karena di dalam KEK akan ada pejabat khusus yang akan mempermudah imigrasi, ekspor, impor dan perdagangan internasional. Dengan begitu produksi dari Jateng akan meningkat.

Ia berpendapat KEK sektor tekstil menurutnya yang paling potensial di Jateng. Selain itu, industri dari kayu juga berpeluang, namun untuk otomotif menurutnya masih kurang potensial.

Dengan adanya KEK diharapkan nantinya investor asing juga akan berbondong-bondong ke Jateng. Meski demikian, ia yakin pengusaha lokal tidak akan merisaukan.

"Teman-teman pengusaha lokal pasti sangat setuju, kami juga sangat menyambut adanya investor asing. Karena mereka yang punya modal besar itu bagus untuk mengembangkan ekonomi lokal, jangan alergi dengan asing lah," ucapnya.

Ia mencontohkan, Tiongkok sudah lebih dahulu memiliki KEK sebelum mereka maju seperti saat ini. Ia menyayangkan Indonesia atau di Jawa seharusnya juga sejak dahulu memiliki konsep yang sama.

"Mereka (Tiongkok) dahulu membuat banyak KEK, mengundang banyak investor, dipermudah dan kini mereka bisa tumbuh besar di bawah kakinya sendiri," bebernya.

Kasus Suap Bupati Nonaktif Jepara, Sekretaris PN Semarang Ceritakan Perbuatan Hakim Lasito

Terkait lokasi yang muncul di Kabupaten Kendal, ia juga sangat setuju. Menurutnya tidak ada lokasi di Jateng yang memiliki lokasi di sebelah barat Kota Semarang tersebut.

"Disana bandara dekat, akan dibangun pelabuhan besar, masih banyak lahan, tol juga melintas di sana. Jadi saya rasa ndak ada tempat lain, dulu sempat Muncul Cilacap tapi rasanya masih kalah potensial dengan Kendal," pungkasnya. (val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved