Pemkab Tegal Gelontorkan Rp 2,5 Miliar, Dukung Kebutuhan Operasional Pendidikan Kesetaraan

Operasional penyelenggaraan pendidikan Kejar Paket A dan B dalam program 'Yuh Sekolah Maning' mendapat dukungan dari Pemkab Tegal.

Pemkab Tegal Gelontorkan Rp 2,5 Miliar, Dukung Kebutuhan Operasional Pendidikan Kesetaraan
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah melanjutkan kembali program Yuh Sekolah Maning di Kecamatan Bumijawa beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Operasional penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, kejar Paket A dan B dalam program 'Yuh Sekolah Maning' mendapat dukungan dari Pemkab Tegal.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tegal, Retno Suprobowati menyebut, untuk bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan kejar Paket A (SD) dan B (SMP) telah digelontorkan sebesar Rp 2,5 miliar.

Dari dana tersebut, kata Retno, sudah terserap Rp 2.093.270.000 untuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Paket A dan B.

"Masing-masing, paket A sebesar Rp 330 juta dan transportasi Rp 170 juta. Sedangkan paket B untuk BOP sebesar Rp 1,1 miliar dan transportasi Rp 477 juta," jelas Retno kepada Tribunjateng.com, Selasa (23/7/2019).

Sementara, Kabid Pembinaan Paudni Disdikbud Kabupaten Tegal, Agus Budiyono menyatakan, target awal untuk menyerap program paket A yakni sebanyak 452 orang dan paket B 917 orang.

Menurut dia, kendala yang terjadi di lapangan adalah panjaringan warga belajar tidak terpenuhi.

"Jadi, mereka yang sempat kami data pada 2015. Kini usianya sudah limit untuk memasuki jenjang pendidikan kesetaraan," jelas Agus.

Dia menyebut, warga belajar yang sudah terdata itu sebagian sudah merantau, menikah, meninggal dunia, dan tidak mau bersekolah lagi.

Dari data yang ada, dia menyebut angka putus sekolah di Kabupaten Tegal mencapai 11.878 orang yang perlu mendapat pendidikan sampai lulus SMA atau setara paket C.

Dari jumlah itu, 4.424 orang di antaranya sudah melanjutkan kembali sekolah dan 499 baru mau melanjutkan.

Kemudian, 6.767 orang di antaranya tidak mau melanjutkan sekolah dan 190 lainnya tidak terdeteksi keberadaannya.

"Diaparitas partisipasi sekolah antar kelompok masyarakat masih tinggi. Secara umum masih tinggi," ungkapnya. (Akhtur Gumilang)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved